alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

13 Pabrik Relokasi, Lowongan Kerja di Mojokerto Tak Seimbang

Tritus Julan
13 Pabrik Relokasi, Lowongan Kerja di Mojokerto Tak Seimbang
Job Fair yang secara rutin digelar di GOR Mojopahit, Kota Mojokerto, untuk mengurangi angka pengangguran. Foto/Dok.SINDONews/Tritus Julan

MOJOKERTO - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto, memanggul pekerjaan berat terkait semakin minimnya lowongan kerja yang tersedia.

Semakin terbatasnya jumlah lowongan pekerjaan tersebut, dipicu oleh banyaknya perusahaan yang merelokasi tempat usahnya. Angka pengangguran terbuka pun semakin mengangga.

Data dari Disnakertrans Kabupaten Mojokerto, dalam lima tahun terakhir sedikitnya ada 13 perusahaan yang hengkang. Belasan perusahaan itu memilih pindah kota atau pindah ke negara lain.

Jumlah itu mengurangi puluhan ribu potensi lowongan pekerjaan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Banyaknya perusahaan yang relokasi ini, salah satunya lantaran tingginya upah minimum kota (UMK) Kabupaten Mojokerto, dalam lima tahun terakhir.

Memasuki ring 1, UMK Kabupaten Mojokerto saat ini menyentuh angka Rp3.565.000. Angka tersebut terpaut tipis dengan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Pasuruan.

Tahun ini, beberapa perusahaan mulai menunjukkan tanda-tanda menghentikan sebagain produksinya. "Tahun lalu saja ada tiga perusahaan yang relokasi. Sekitar 9.600 pekerja diberhentikan kerja," ungkap Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistyo, Kamis (11/10/2018).

Nugroho menyebut, saat ini ada sekitar 65.000 pengangguran terbuka yang butuh ditampung. Sementara disparitas UMK ini, memiliki andil mengecilnya kesempatan pekerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan.

Buruh dari luar kota, kata dia, lebih banyak menyerbu bursa kerja di Kabupaten Mojokerto. "Peluangnya semakin mengecil karena serbuan pencari kerja luar kota dan hengkangnya beberapa pabrik besar," tukasnya.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya telah berupaya untuk mengurangi angka pengangguran terbuka itu. Selain menggelar job fair tiga kali dalam setahun, pihaknya juga mengintensifkan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja.

"Tahun ini kami memiliki 7 paket pelatihan. Masing-masing paket menampung 20 pencari kerja. Kita terbitkan sertifikat kompeten bagi mereka yang mengikuti pelatihan ini," tambahnya.

Pelatihan seperti ini, lanjut Nugroho, tak hanya dilakukan Disnakertrans Kabupaten Mojokerto. Pemprov Jatim, dan pemerintah pusat juga melakukan hal yang sama.

Beberapa pencari kerja di wilayahnya, juga ikut tertampung dalam pelatihan dua jenjang di atas wilayah kabupaten tersebut. "Pelatihan juga diharapkan agar mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri," tandasnya.

Soal tingginya angka UMK di Kabupaten Mojokerto, Nugroho menyebut jika hal itu menimbulkan multiple effect. Di sisi lain, pekerja akan diuntungkan. Sebaliknya, pengusaha akan memilih relokasi di kota lain yang angka UMK nya lebih rendah dengan dalih mengurangi ongkos produksi.

Di sisi lain pula, bursa kerja di Kabupaten Mojokerto banyak diisi pencari kerja dari kota lain. "Yang kita lakukan adalah menciptakan peluang kerja yang baru," pungkasnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif