alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kisah Penumpang Taksi Online Diselamatkan Tombol Darurat

Nuriwan Trihendrawan
Kisah Penumpang Taksi Online Diselamatkan Tombol Darurat
penumpang T (25) akhirnya selamat dari dugaan rencana tindakan jahat oknum pengemudi itu setelah menggunakan Tombol Darurat atau Emergency Button yang ada di platform Grab. Foto/Ist

JAKARTA - Tak ada firasat buruk terbersit di benak T (25) ketika memesan taksi online Grab untuk pergi ke tujuannya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, lalu ke ICE BSD di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (6/2/2020) lalu.

Dalam perjalanan dia mendengar oknum pengemudi melakukan komunikasi yang mencurigakan dan membawanya berputar-putar hingga ke arah Tangerang.

Seperti kisah yang sempat viral di media sosial, T akhirnya selamat dari dugaan rencana tindakan jahat oknum pengemudi itu setelah menggunakan “Tombol Darurat” atau “Emergency Button” yang ada di platform Grab.



Dengan menekan Tombol Darurat, penumpang langsung terhubung dan berkomunikasi dengan call center yang berhasil membuat oknum pengemudi mengurungkan niat jahatnya dan menurunkannya di Jalan Tol Kebon Jeruk.

“Tombol Darurat” merupakan satu dari berbagai fitur keamanan yang tersedia di Grab untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang. Pada layar platform Grab terdapat fitur “Pusat Keselamatan” dimana penumpang yang merasa tidak aman untuk mengaktifkan fitur “Bagikan Informasi Perjalanan” (Share My Ride) kepada orang terdekat untuk melacak lokasi dan status perjalanan, lengkap dengan perkiraan waktu kedatangan, dan detail mitra pengemudi.

“Dengan fitur ini, keluarga atau orang terdekat penumpang mendapat informasi dan dapat mengantisipasi jika, misalnya, pada waktu yang diperkirakan penumpang tersebut belum tiba di tujuan,” jelas Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian, ketika dihubungi wartawan, Senin (10/2/2020).

Fitur-fitur lainnya adalah “Laporkan Masalah Keselamatan” dan “Dapatkan Pertolongan Darurat” dimana penumpang langsung terhubung dengan dan dapat meminta bantuan dari tim respons Grab yang berjaga 24 jam sehari dan 7 hari sepekan.

“Ketika penumpang mengaktifkan fitur ‘Dapatkan Pertolongan Darurat’, selain bantuan dari tims respons kami, peringatan SMS juga terkirim ke kontak darurat yang merupakan orang-orang terdekat penumpang,” kata Andre.

Pada kasus yang dialami T, dia langsung mengaktifkan Tombol Darurat dan berbicara kepada call center Grab. T bisa dibilang cukup berani karena terus berbicara dengan cal center Grab hingga oknum pengemudi itu panik, mengerem mendadak, dan akhirnya menurunkannya di pinggir jalan tol.

Menurut T, saat itu call center memastikan akan mengirim tim Satgas untuk menjemputnya.

Pihak Grab memastikan telah menonaktifkan akun oknum pengemudi itu dan mendukung sepenuhnya penegakan hukum oleh pihak kepolisian. T mengungkapkan pihak Grab bertanggung jawab dan memberi pelayanan yang baik mulai dari penjemputan ke lokasi hingga menemani melakukan pelaporan ke pihak kepolisian.

“Emergency center gak matiin teleponnya sampe gw ada di tempat yang aman, gak lama setelah itupun mereka sigap menawarkan armada lain untuk jemput dan satgasnya udh mau nemenin gw buat bikin laporan ke polisi juga,” tulis T di akun media sosialnya.

Andre mengucapkanterima kasih atas perhatian terhadap peristiwa ini. Kasus ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen pihaknya untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang.

"Kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut. Keselamatan dan keamanan penumpang dan pengemudi merupakan prioritas utama Grab," kata Andre.



(nth)