alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tahun Ini, Pertamina EP Asset 4 Bidik Produksi Minyak 16.100 BOPD

Lukman Hakim
Tahun Ini, Pertamina EP Asset 4 Bidik Produksi Minyak 16.100 BOPD
Tahun ini, Pertamina EP Asset 4 bidik produksi minyak 16.100 BOPD.Foto/dok

SURABAYA - PT Pertamina EP Asset 4 tahun ini menargetkan produksi minyak bisa mencapai 16.100 Barrels of per day (BOPD) dan untuk gas sebesar 162.22 million standard cubic feet per day (MMSCFD)

Untuk mendukung tercapainya target produksi tersebut, Asset 4 memiliki rencana kerja dengan 6 sumur pemboran baru. Antara lain di Cepu Field 4 Sumur (KWG-PWA1, KWG-PCA1, KWG-PXA1, SMG-P17S), Sukowati Field 1 Sumur yaitu SKW-I003 dan Papua Field 1 Sumur yaitu SLW-A9X.

"Selain itu ada 4 sumur work over, di Cepu Field 3 Sumur (NGL-P01, LDX-P02, SMG-UPD01) dan Poleng Field 1 Sumur BW-4H. Kemudian ada kegiatan survey seismik dan studi lainnya," kata Asset 4 General Manager Agus Amperianto, Kamis (13/3/2020).



Agus menambahkan, tahun ini Asset 4 juga memiliki rencana 85 well intervention (perbaikan sumur). Dimana Cepu Field rencana 24 Job, Poleng Field 7 Job, Donggi Matindok Field 2 Job, Papua Field 27 Job dan Sukowati Field 25 Job. "Dengan upaya well intervention itu kita berharap bisa menahan laju penurunan produksi alamiah atau Decline Rate sebesar 30 persen per tahun", jelas Agus.

Sementara itu, untuk rencana pengembangan di Kawasan Timur Indonesia, Papua Field akan melaksanakan pemboran di Salawati sumur SLW-A9X.

"Ini merupakan pemboran sumur yang sudah sangat dinanti. Karena setelah beberapa waktu lamanya kita baru berkesempatan untuk melakukan pemboran sumur. Harapannya pemboran sumur SLW-A9X ini memberi hasil yang bagus sekitar 220 BOPD", kata Agus.

Dengan demikian, lanjut dia, dengan target minyak 16.100 BOPD dan gas 162.22 MMSCFD, akan diperoleh dari produksi Cepu Field target 2.213 BOPD, Poleng Field sebesar 2.789 BOPD, Donggi Matindok Field sebesar 600 BCPD, Papua Field sebesar 1.192 BOPD, Unitisasi Wakamuk 67 BOPD dan Sukowati Field sebesar 9.240 BOPD.

"Berdasarkan dari rencana kerja untuk pencapaian target 2020, kami tetap prioritaskan aspek safety dan melakukan pekerjaan dengan efektif dan mempertimbangkan efisiensi biaya", pungkas Agus.



(msd)