alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Razia Kos di Mojokerto Temukan Pasangan Mesum dan Pemakai Narkoba

Tritus Julan
Razia Kos di Mojokerto Temukan Pasangan Mesum dan Pemakai Narkoba
Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi saat menggeledah sebuah kamar kos. Di lokasi itu petugas menemukan alat hisab sabu.Foto/SINDONews/Tritus Julan

MOJOKERTO - Petugas gabungan melakukan razia rumah kos di wilayah Kota Mojokerto. Hasilnya, 3 orang pasangan bukan suami istri diamankan. Selain itu, petugas juga mengamankan seorang wanita positif menggunakan narkoba.

Awalnya petugas gabungan dari Satpol PP dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto ini menyatroni sebuah rumah kos di Jalan Empunala, sekira pukul 14.30 WIB. Di lokasi ini petugas mengamankan tiga pasangan bukan suami istri dalam kamar kos.

Selain itu, petugas juga menemukan seorang penghuni kos yang masih di bawah umur. Remaja berparas cantik itu diketahui bekerja sebagai pemandu lagu. Mirisnya lagi, remaja asal Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokert itu kini sudah putus sekolah.



Selanjutnya, giliran sebuah rumah kos di Jalan Raya Meri, Kelurahan/Kecamatan Kranggan yang didatangi petugas. Di lokasi ini, petugas BNN Kota Mojokerto menemukan sebuah alat hisab sabu yang disimpan dalam lemari saat menggeledah salah satu kamar kos seorang wanita.

Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan tembakau dan alat pelinting rokok di kamar kos seorang pelajar. Mereka pun langsung digiring ke mobil patroli untuk di bawa ke kantor Satpol PP. Sedangkan wanita pemilik alat hisab sabu serta seorang remaja diamankan di kantor BNN Kota Mojokerto.

"Kita menemukan alat hisab sabu. Kita temukan di lemarinya (penghuni kos), tempat kacamata. Dari hasil tes urine dinyatakan positif amphetamin," kata Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsi, Jumat (14/2/2020).

Dari hasil pemeriksaan sementara, alat hisab sabu tersebut diketahui belum lama ini digunakan. Hal itu terlihat dari sisa-sisa narkoba yang ditemukan petugas BNN Kota Mojokerto. Kemudian diperkuat dari keterangan pemilik alat hisab sabu itu sendiri.

"Diduga masih digunakan dalam kurun 2 minggu ini. Kita dalami kita bawa ke BNN, karena yang bersangkutan sudah menyebut dua nama, kalau makai (nyabu) ya di sini. Di kamarnya juga kita temukan beberapa plastik klip," imbuhnya.

Tak hanya wanita tersebut, Suharsi juga akan mendalami temuan pelajar yang memproduksi rokok di dalam kamar kos itu. Keterangan sementara menyebutkan, tembakau itu berasal dari Aceh. Pelajar SMA itu mengaku membeli tembakau tersebut di wilayah Gatoel, Kota Mojokerto.

"Kami juga akan dalami. Kami khawatir jika disitu nantinya ada campuran narkotika. Pengakuan sementara ini tembakau dari aceh. Sehingga sementara yang bersangkutan kita amankan," terang Suharsi usai melakukan razia.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang turut serta dalam razia tersebut mengungkapkan, razia hari ini merupakan langkah antisipasi adanya penyalahgunaan makna hari valentine. Sasarannya yakni rumah-rumah kos yang sering digunakan untuk perbuatan negatif.

"Fokus kita pada hari valentine. Ini salah kaprah, atau salah mengartikan sehingga sering kali hari valentine diperingati dengan hal-hal yang melanggar norma. Maka itu kami melakukan razia ini," kata Ika Puspitasari kepada awak media.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini mengaku prihatin dengan masih ditemukannya muda-mudi yang melakukan hal-hal negatif di rumah kos. Termasuk temuan remaja putri di bawah putus sekolah dan memilih bekerja sebagai pemandu lagi di rumah karaoke di Kota Onde-onde.

"Anak yang putus sekolah dan berprofesi sebagai pemandu lagu ini nanti yang akan kita perdalam. Termasuk saya ingin ketemu keluarganya secara langsung bagiamana kondisi keluarganya, kenapa sampai putus sekolah dan lain sebagainya," imbuhnya.

Dalam razia tersebut, Ning Ita juga menyayangkan masih adanya rumah kos yang tidak menyiapkan fasilitas seperti yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Mojokerto. Salah satunya ruang bagi tamu penghuni kos. Maka itu, Ning Ita meminta agar pemilik rumah kos mematuhi aturan tersebut.

"Kita lihat perizinannya apakah sudah sesuai dengan perda yang ada, termasuk harusnya tempat kos menyiapkan area menerima tamu, jadi jika ada tamu tidak diterima langsung masuk ke dalam kamar. Seperti tadi itu. Ini akan menjadi evaluasi kita untuk memanggil pemilik kos," tandasnya



(msd)