alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Edan! Pengacara di Gresik Peras Perangkat Desa Rp50 Juta

Ashadi Iksan
Edan! Pengacara di Gresik Peras Perangkat Desa Rp50 Juta
Polres Gresik, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan seorang pengacara, terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat desa. Foto/Ilustrasi

GRESIK - Oknum pengacara berinisial AI terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Gresik. Diduga AI melakukan aksi pemerasan terhadap perangkat desa.

AI yang merupakan warga Kabupaten Gresik tersebut, diduga berani melakukan pemerasan terhadap perangkat Desa Tanjungan, Kabupaten Gresik, karena mengetahui adanya laporan penggunaan dana desa yang tidak beres.

Penangkapan itu terjadi awal Februari 2020, sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas mengamankan AI beserta barang bukti pemerasan, berupa uang tunai Rp50 juta yang disimpan di dalam tasnya.



Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Panji P. Wijaya yang dikonfirmasi mengakui anggotanya telah melakukan OTT oknum pengacara di wilayah Gresik selatan. "Iya benar," katanya, Sabtu (15/2/2020).

Informasi di Polres Gresik menyebutkan, pemerasan itu terjadi karena tersangka mengetahui jika dalam laporan pertanggung jawaban Desa Tajungan, Kecamatan Driyorejo, menyalahi aturan. Yakni, menggunakan nota tidak sesuai dengan proyek pembangunan yang dikerjakan.

Nah, tersangka yang berprofesi sebagai advokat dan masuk dalam salah satu organisasi pengacara itu, mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut. Menakuti korban jika kesalahan itu dapat dilaporkan ke polisi. Dan berakibat hingga pemecatan sebagai perangkat desa.

Adanya OTT yang dilakukan Polres Gresik tersebut, juga dibenarkan Kepala Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Karnomo. "Memang ada pengamanan oknum terkait Desa Tajungan," ujarnya.

Karena takut, korban tersebut akhirnya melakukan musyawarah dengan perangkat desa yang lain. Akhirnya terkumpul dana sebesar Rp50 juta hasil patungan. Pada awal Februari sekitar pukul 20.30 WIB, korban dan sejumlah perangkat sudah menunggu di kantor desa.

Tersangka datang seorang diri. Sempat melakukan obrolan singkat, uang sebesar Rp50 juta pun diserahkan. Oleh tersangka dimasukan ke dalam tas. Tidak berselang lama polisi datang dan langsung melakukan penangkapan.



(eyt)