alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Waktunya Si Gesits Karya Anak Bangsa, Merajai Jalanan Indonesia

Aan Haryono
Waktunya Si Gesits Karya Anak Bangsa, Merajai Jalanan Indonesia
Presiden Joko Widodo, mencoba sepeda motor listrik karya anak bangsa, Gesits. Foto/Dok.SINDOnews

SURABAYA - Era baru sepeda motor listrik ramah lingkungan, segera mengaspal secara massal di Indonesia. Garansindo Electric Scooter ITS (Gesits) menjadi pelopornya.

Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Muhammad Nur Yuniarto menuturkan, kehadiran Gesits diharapkan bisa membuka ruang baru bagi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Sebagai negara maju, Indonesia tentu sudah siap untuk melakukan perubahan itu.

Menggunakan mesin axial BLDC 5 kW, Gesits mengonsumsi 1 kWh untuk 6 km dan mampu melaju hingga 100 km setelah pengecasan penuh. Kecepatan yang lumayan untuk kendaraan listrik. Semua pengendara bisa memanfaatkannya dengan tujuan yang cukup jauh. "Tentu bisa lebih hemat dan tak merusak lingkungan," kata Nur.

Cara pengunaan, katanya, juga cukup mudah. Bahkan, mereka bisa menghemat banyak waktu dengan durasi pengecasan yang tak terlalu lama. "Pengecasannya biasa saja, tinggal dimasukkan dalam stop kontak yang ada di mana saja. Kalau menggunakan listrik rumah biasa membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 jam," ucapnya.

Nur sendiri percaya akan banyak pengembangan lagi ke depan pada sepeda listrik ini. Salah satunya tentang baterai yang lebih tahan lama serta harganya murah. Untuk mengatasi itu, pihaknya meminta pemerintah melakukan kolaborasi dengan universitas lain dalam pengembangan masalah baterai.

"Ada jalan untuk kolaborasi, sebenarnya sudah ada asosiasi pengembang kendaraan listrik jadi tentunya kolaborasi bisa cukup mudah dengan perjanjian, MoU, dan sebagainya. Nanti kita akan diskusi mengenai itu," katanya.

Pengembangan teknologi sepeda listrik ini melibatkan 25 anggota timnya yang merupakan mahasiswa ITS. Waktu itu, mereka menghabiskan waktu liburan untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Motor listrik ini menggendong motor listrik listrik 5 kWh yang menjanjikan kecepatan maksimum 100 km/jam. Untuk baterainya, motor yang belum diketahui namanya ini mengemas kapasitas 7 kWh. Di atas kertas, baterainya bisa diandalkan untuk jarak 90-100 km dalam satu kali pengisian penuh.

Saat ujicoba, ada tiga motor Gesits diluncurkan dengan memakai kapasitas baterai yang berbeda. Dua motor berwarta putih memakai baterai berdaya 6 kWh sedangkan satu motor berwarna hitam memakai baterai 3 kWh.

Daya baterai 3 kWh mampu menempuh 60 hingga 70 kilometer, sedangkan baterai 6 kWh mampu menjelajah 120-150 kilometer. Namun, baterai diganti tiap 60-70 kilometer untuk alasan keamanan.

Daya jelajah Gesits didukung dengan dua macam kapasitas baterai yang bisa dipilih yakni 6 KWh maupun 3 KWh. Baterai pada Gesit juga didesain agar bisa ditukar sehingga mudah dan praktis pada saat ingin melakukan pengisian baterai di dalam rumah atau kantor.

Selain itu, katanya, pihaknya juga mendukung strategi battery swapping (tukar tambah isi baterai). Sehingga nanti disediakan fasilitas umum yang bisa menukar baterai. Bahkan, di tempat-tempat fasilitas umum seperti SPBU, minimarket yang tersebar di berbagai daerah bisa menyediakan sarana itu.

"Ini akan memudahkan pengendara jika sewaktu-waktu baterainya habis dalam perjalanan dan tidak sempat melakukan isi ulang sendiri," katanya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif