alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gawat! Diam-diam Aset Pribadi Samanhudi Telah Dialihkan

Solichan Arif
Gawat! Diam-diam Aset Pribadi Samanhudi Telah Dialihkan
Diam-diam aset pribadi Wali Kota Blitar non aktif, Muh. Samanhudi di rumah dinas, telah dialihkan. Foto/Ilustrasi

BLITAR - Keluarga Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar ternyata sudah tidak menempati rumah dinas, paska penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Samanhudi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, atas kasus suap proyek infrastruktur pendidikan di Kota Blitar.

Kini, rumah dinas itu praktis kosong. Menurut Wakil Wali Kota Blitar Santoso seluruh aset pribadi Samanhudi juga sudah dipindahkan dari sana. Kalaupun ada yang masih tersisa hanya beberapa potong pakaian.

"Sejak  Pak Wali (Samanhudi Anwar) kena masalah, tidak ada lagi yang tinggal di sana (rumah dinas). Keluarganya juga tidak disana lagi," ujar Santoso kepada wartawan.

Paska OTT KPK 6 Juni  2018 lalu, tim KPK beberapa kali menyatroni rumah dinas Samanhudi Anwar. Kamar pribadi Samanhudi sempat disegel. KPK juga mengobok-obok almari besi (brankas) dalam kamar. Kendati demikian sampai kini belum ada yang tahu apa isinya.

Samanhudi menempati rumah dinas bersama keluarganya. Selain perkakas milik negara, di rumah yang ditempati Samanhudi hampir dua periode menjabat itu, juga tersimpan barang-barang pribadi.

Informasi yang dihimpun, barang pribadi itu termasuk di antaranya aset bergerak (mobil). Sayang, Santoso tidak menjelaskan detail aset pribadi seperti apa yang sudah dialihkan dari sana.

"Aset pribadi (Samanhudi Anwar) sudah gak ada. Paling tinggal baju baju pribadi yang masih ada," tutur Santoso.

Meski kosong, aktivitas para pegawai tetap seperti biasa. Rumah dinas tetap dijaga. Juga dibersihkan setiap hari. Pendeknya, kata Santoso, rutinitas di rumah dinas tetap seperti biasa seperti masih ditempati Wali Kota Samanhudi Anwar. Sebab rumah dinas merupakan aset milik Pemkot Blitar.

"Tetap ada perawatan. Setiap hari juga ada petugas yang piket. Kalau tidak dirawat malah rusak dan jadi repot kalau pas akan ditempati lagi," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun sindonews.com, keluarga Samanhudi Anwar memutuskan pindah ke rumah pribadi (milik Samanhudi) paska kepala daerah dua periode itu ditangkap KPK.

Semenjak menjabat kepala daerah, informasinya kekayaan Samanhudi melonjak pesat. Di wilayah Kota Blitar saja, sejumlah aset tanah dan rumah, termasuk SPBU serta lapangan futsal, diduga milik Samanhudi Anwar.

Belum lagi sejumlah aset di luar Blitar, yakni di wilayah Tulungagung, dan Malang. Samanhudi informasinya juga memiliki bisnis rumah sakit dan tempat hiburan di Pulau Bali.

Agar tidak terlacak dalam pelaporan jumlah kekayaan, sejumlah aset diatasnamakan orang lain, yakni atas nama kerabat dan koleganya.

Dalam OTT kasus suap Rp 1,5 miliar, KPK juga menangkap kontraktor Susilo Prabowo alias Embun dan Endro dari unsur swasta yang berperan sebagai kurir. Suap yang diduga diterima Samanhudi untuk fee pembangunan gedung SMP Negeri 03 Kota Blitar.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif