alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Pemprov Jatim Cabut Izin Salat Ied di Masjid Al Akbar

Lukman Hakim
Pemprov Jatim Cabut Izin Salat Ied di Masjid Al Akbar
Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (kiri) saat membacakan surat pencabutan izin pelaksanaan salat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) secara resmi mencabut izin pelaksanaan salat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya.

Kebijakan tersebut diambil lantaran pandemi COVID-19 di Surabaya belum ada tren penurunan. Sekaligus menghindari polemik di masyarakat. (Baca juga: Mulai Besok Masjid Al-Akbar Surabaya Tiadakan Sholat Jumat)

Sebelum memutuskan mencabut izin pelaksanaan salat Ied di masjid terbesar di Jatim tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjono sudah  menggelar rapat dengan pihak terkait.

Selain melibatkan sejumlah instansi di Pemprov Jatim, rapat tersebut juga melibatkan pengurus Masjid Al Akbar Surabaya. “Kami juga ingin menghindari bias dari isi surat (perizinan) tersebut dalam implementasinya.  Maka kami putuskan surat yang kemarin tidak berlaku,” kata Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/5/2020).

Diketahui, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono pada Kamis (14/5/2020) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 451/7809/012/2020 terkait panduan kaifiat takbir dan sholat Ied selama pandemi COVID-19.

SE itu berbunyi, memperhatikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 tahun 2020 terkait panduan kaifiat takbir dan sholat Idul Fitri selama pandemi COVID-19 mencantumkan bahwa sholat ied, takbir, tahmid, dan tasbih serta aktivitas ibadah lainnya sebagai ibadah pada bulan Ramadhan boleh dilaksanakan secara berjamaah dengan tetap melakukan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya penularan.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengingatkan risiko penularan COVID-19 jika menggelar salat Id berjemaah. Utamanya dari Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG tidak menderita gejala COVID-19 seperti demam tinggi dan sesak nafas. Namun berpotensi menularkan virus asal Wuhan, China tersebut.



(nth)

preload video
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak