alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mantan Dirut PT DPS Diperiksa Penyidik Kejati Jatim

Lukman Hakim
Mantan Dirut PT DPS Diperiksa Penyidik Kejati Jatim
Kejati Jatim terus mendalami kasus Dugaan Korupsi Kapal di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) senilai Rp100 miliar. Kemarin, mantan Dirut PT DPS diperiksa kejati.Foto/Ilustrasi

SURABAYA - Mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) Riry Syeried Jetta Kamis, 6 Desember 2018, hari ini memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Dia dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane di PT DPS senilai Rp100 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan, pemanggilan ini terkait pemeriksaan tambahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN tersebut.

Selain Riry, rekanan pengadaan kapal, Antonius Ari Saputra yang juga dipanggil. Namun Antonius berhalangan hadir dengan alasan sakit. “Kami akan jadwalkan kembali memanggil saksi rekanan ini. Karena keterangannya dibutuhkan dalam penyidikan kasus ini,” katanya.

Apakah penahanan terhadap saksi mantan Dirut PT DPS, Richard enggan menjawab. Pihaknya hanya memastikan hari ini masih sebatas pemanggilan sebagai saksi guna melengkapi keterangan pada penyidikan kasus ini.

“Ini masih pendalaman keterangan saksi. Saat penyelidikan, saksi-saksi ini sudah dimintai keterangan. Sekarang dimintai keterangan tambahan dalam status perkara yang masuk penyidikan. Belum sampai ke arah sana (penahanan),” ujarnya.

Kejati Jatim sebelumnya sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi yang terkait dengan dugaan tindak pidana tersebut. Jumlahnya mencapai 30 orang lebih. Penyelidikan kasus besar ini dimulai ketika muncul laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan, ditemukan kerugian negara sebesar Rp60 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal sebesar Rp100 miliar. Proyek pengadaan kapal jenis floating crane ini terjadi pada 2016 lalu.

Pengadaan kapal ini sudah melalui proses lelang. Kapal sudah dibayar sebesar Rp60 miliar dari harga Rp100 miliar. Dalam lelang disebutkan, pengadaan kapal dalam bentuk kapal bekas. Kapal didatangkan dari negara di Eropa. Namun, saat dibawa ke Indonesia kapal tersebut tenggelam ditengah jalan. Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa, ada spesifikasi yang salah dalam pengadaan kapal tersebut.



(vhs)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif