alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Petugas Gerebek 2 Industri Penadah Kayu Ilegal Rugikan Negara Rp12 M

Ali Masduki
Petugas Gerebek 2 Industri Penadah Kayu Ilegal Rugikan Negara Rp12 M
Tumpukan kontainer barang bukti kayu ilegal diamankan di Depo SPIL, Tanjung Perak Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki

SURABAYA - Kontainer milik dua industri yang diduga kuat penadah kayu ilegal dari Provinsi Papua Barat digerebek petugas gabungan.

Petugas gabungan berasal dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Balai Gakkum LHK wilayah Jabalnusa, didukung Koarmada II TNI AL.

Dari dua industri yakni PT SUAI Gresik, petugas berhasil mengamankan 3 kontainer. Sedangkan dari industri CV MAR Pasuruan, berhasil mengamankan 3 kontainer, serta 34 kontainer diamankan di Depo PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), Tanjung Perak Surabaya.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menjelaskan, ke-40 kontainer kayu diduga ilegal tersebut dikirim melalui jalur laut dengan menggunakan kapal Hijau Jelita. Berdasarkan penelusuran tim, 40 kontainer kayu tersebut berangkat dari Sorong, Papua pada 25 November 2018, dan tiba di Surabaya pada 1 Desember 2018.

"Hasil temuan tim kami yang melakukan investigasi mulai dari Sorong sampai dengan Tanjung Perak, Surabaya, ada 40 kontainer berisi kayu yang berasal dari Sorong, Papua, yang diduga tidak dilengkapi dokumen yang sah atau ilegal," kata Rasio di Depo PT SPIL, Tanjung Perak, Surabaya, dalam siaran pers yang diterima redaksi Jumat (6/12/2018).

Rasio mengungkapkan, jika dinominalkan, kayu-kayu ilegal tersebut diperkirakan sehqrga Rp 12 miliar. "Hitungan kita sekitar Rp 12 miliar. Tapi bagi kita bukan hanya melihat nominalnya, tapi kejahatan ini selain menimbulkan kerugian negara, juga bisa mengganggu ekosistem, dan mengganggu kehidupan masyarakat," ujarnya.

Terkait apakah sudah ada tersangka yang diamankan dalam kasus tersebut, Ia mengatakan saat ini belum ada yang dijadikan tersangka. Itu tak lain karena saat ini petugas masih terus melakukan pengembangan.

Namun demikian, lanjut Rasio, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Terkait jumlah orang yang sudah diperiksa, Rasio juga tidak mengetahuinya. "Jumlahnya kan terus bertambah. Jadi kita belum bisa pastikan berapa orangnya yang sudah diperiksa," tegasnya

Rasio juga belum bisa memastikan apakah ada perusahaan yang terlibat dalam jual beli puluhan kontainer kayu diduga ilegal tersebut. Bahkan, dirinya belum bisa memastikan ke mana saja kayu-kayu tersebut akan dikirim. Lagi-lagi Rasio beralasan karena kasus tersebut masih dalam pengembangan.

"Kami sedang melakukan pengembangan-pengembangan. Ini kan baru dugaan. Dugaan kami 40 kontainer ini terkait tindak pidana kejahatan kehutanan," ujar Rasio.

Rasio menduga, banyak jaringan yang terlibat dalam pengiriman kayu diduga ilegal tersebut dari Papua menuju Surabaya. Bahkan, Rasio menduga jaringan yang terlibat sudah benar-benar terorganisir.

"Kami melihat kalau sudah sampai ke Surabaya ini, ya tentu melibatkan jaringan-jaringan yang terorganisir," pungkasnya



(vhs)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif