alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penyidik Kejati Ancam Jemput Paksa Rekanan Pengadaan Kapal

Lukman Hakim
Penyidik Kejati Ancam Jemput Paksa Rekanan Pengadaan Kapal

SURABAYA - Salah satu rekanan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) Antonius Aris Saputra, terancam dijemput paksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Dia merupakan saksi dalam kasus dugaan korupsi di PT DPS dalam pengadaan kapal floating crane senilai Rp60 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Richard Marpaung mengatakan, selama saksi tidak kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan pihaknya bakal melakukan sikap tegas. Salah satunya jemput paksa.

Kehadiran saksi sangat diperlukan guna mengungkap adanya unsur pidana dalam kasus ini, mengingat setelah beberapa bulan dugaan kasus ini diproses, belum juga menemukan tersangka.

“Kami sudah berulang kami melakukan pemanggilan saksi ini (Antonius Ari Saputra). Tapi dia selalu mangkir dengan alasan tertentu,” katanya, Jum'at (7/12/2018).

Antonius Aris Saputra yang merupakan Direktur Utama (Dirut) PT ANC Trading Network ini rencananya akan kembali dipanggil pekan ini. Sebelumnya, jaksa memanggil dua saksi atas kasus ini, yakni mantan Dirut PT DPS Riry Syeried Jetta dan Antonius Aris Saputra selaku rekanan PT DPS. Namun yang datang memenuhi panggilan penyidik hanya Riry Syeried Jetta.

“Keduanya dipanggil masih sebatas sebagai saksi. Ini masih pendalaman keterangan saksi. Saat penyelidikan, saksi-saksi ini sudah dimintai keterangan. Sekarang dimintai keterangan tambahan dalam status perkara yang masuk penyidikan,” tandasnya.

Penyelidikan kasus besar ini dimulai ketika muncul laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan, ditemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp60 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal sebesar Rp100 miliar.

Proyek pengadaan kapal jenis floating crane ini terjadi pada 2016 lalu. Pengadaan kapal ini sudah melalui proses lelang. Kapal sudah dibayar sebesar Rp 60 miliar dari harga Rp 100 miliar.

Dalam lelang disebutkan, pengadaan kapal dalam bentuk kapal bekas. Kapal didatangkan dari negara di Eropa. Namun, saat dibawa ke Indonesia kapal tersebut tenggelam ditengah jalan. Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa, ada spesifikasi yang salah dalam pengadaan kapal tersebut.



(msd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif