alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dua Pelaku Carok Gara-gara Janda, Masih Menjalani Perawatan Medis

Yuswantoro
Dua Pelaku Carok Gara-gara Janda, Masih Menjalani Perawatan Medis
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, mengecek kondisi dua pelaku carok yang gegerkan Lumajang. Foto/Ist.

LUMAJANG - Kondisi dua pelaku carok yang dipicu oleh seorang janda, dan sempat menggegerkan masyarakat Kabupaten Lumajang. Saat ini masih menjalani perawatan medis.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengecek langsung kondisi kedua pelaku yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto, Minggu (6/1/2018).

"Pelaku atas nama Solikin, mengalami luka pada bagian kepala belakang, yang panjangnya mencapai 10 cm, dalamnya 2 cm. Sehingga mengenai tempurung kepalanya," ujar Arsal.



Sementara, satu pelaku lagi, yakni Mahfud mengalami luka di bagian leher belakang, sepanjang 15 cm, dalamnya 3 cm. Luka tersebut hampir mengenai pembuluh arteri yang ada di leher.

"Arteri leher mengalirkan darah dari jantung menuju kepala, dan bila mengenai pembuluh ini dapat mengakibatkan kelumpuhan hingga kematian," ujar doktor bidang hukum bisnis tersebut.

Arsal juga sempat menemui anak kecil berusia sekitar 10 tahun, yang merupakan anak dari pelaku Solikin.

Solikin yang akrab disapa Topeng, bersama Mahfud, sempat membuat gempar pada Jumat (4/1/2019) malam. Dalam pengaruh minuman keras (Miras), dan penuh emosi, keduanya terlibat carok dengan menggunakan celurit.

Aksi duel berdarah itu, dilakukan keduanya karena memperebutkan seorang janda kembang yang diketahui bernama Suhartatik (42) warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Solikin merasa cemburu, Mahfud sering menggoda Suhartatik yang diklaim telah dinikahinya secara siri. Sementara Mahfud berdalih, kedatangannya ke rumah Suhartatik untuk mengambil sepeda motor yang dipinjamnya.

Menurut Arsal, kedua pelaku akan tetap diproses secara hukum, karena dinilai telah melanggar pasal 184 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

"Mereka melakukancarok karena pengaruh miras, sehingga keduanya tidak bisa berfikir dengan jernih. Itulah salah satu faktor mengapa saya sangat gencar memberantas peredaran miras di wilayah Kabupaten Lumajang," tegas Arsal.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif