alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Astaga! Anak Punk Asyik Mesum di Rumah Kosong Digrebek Satpol PP

Tritus Julan
Astaga! Anak Punk Asyik Mesum di Rumah Kosong Digrebek Satpol PP
Sepasang muda-mudi anggota komunitas punk digrebek petugas Satpol PP Kabupaten Jombang, setelah kedapatan sedang berbuat mesum, Senin (7/1/2019). Foto/SINDOnews/Tritus Julan

JOMBANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang, menangkap basah sepasang anak punk yang tengah asyik berhubungan intim di sebuah rumah kosong.

Keduanya, langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Jobang, untuk dilakukan pembinaan, Senin (7/1/2019).

Kasi Keamanan dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Jombang, Ali Arifin mengatakan, ketiga anak punk tersebut diamankan petugas penegak ketertiban sekitar pukul 08.05 WIB.



Mereka ditangkap di sebuah rumah kosong di sekitaran Simpang Empat Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

"Berdasarkan informasi dari warga yang resah dengan keberadaan anak punk di perumahan kosong itu, kemudian kita lakukan patroli. Saat petugas ke lokasi, ditemukan ada tiga anak punk," kata Ali.

Saat ditangkap, sepasang anak punk tersebut diduga tengah berhubungan badan, layaknya pasangan suami istri. Sebab, keduanya diketahui dalam kondisi setengah telanjang. Celana jeans keduanya, terlihat berserakan di lantai rumah kosong itu.

"Satu anak punk berada di luar, sedangkan dua anak punk diduga sedang melakukan perbuatan asusila di dalam rumah kosong itu. Ketiganya langsung kita bawa," jelasnya.

Ketiganya langsung digelandang petugas ke kantor Satpol PP Kabupaten Jombang, untuk diberikan pembinaan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui anak punk yang tertangkap basah berbuat mesum itu berinisial SF, 18, perempuan asal Bojonegoro, dan Nas, 19, pemuda asal Lamongan. Sedangkan satu anak punk lainnya berasal dari Jombang.

"Mereka sudah kita lakukan pendataan dan pembinaan. Kami juga akan memanggil orang tua masing-masing, meskipun dari luar kota, kita akan tunggu sampai mereka datang. Selanjutnya anak punk ini kita bawa ke Dinas Sosial (Dinsos)," tukas Ali.



(eyt)

loading...