alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kenapa Pria Mau Rogoh Kocek, Demi Kencan Singkat dengan Artis?

Diana Rafikasari
Kenapa Pria Mau Rogoh Kocek, Demi Kencan Singkat dengan Artis?
Berkencan dengan seorang artis dapat memberikan sensasi baru dan kebanggaan tersendiri bagi pria, meski mereka harus merogoh kocek besar untuk hal tersebut. Foto/joe.ie

JAKARTA - Seorang pengusaha bernama Rian, teridentifikasi sebagai pengguna jasa prostitusi online, yang rela membayar Rp80 juta untuk kencan singkat bersama Vanessa Angel.

Bukan tanpa alasan pria-pria tersebut rela membayar dalam jumlah besar, untuk berkencan dengan seorang artis. (Baca juga: Cegah Anak Terlibat Prostitusi Online, Dibutuhkan Peran Orang Tua)

Nana Gerhanna M.Psi, psikolog dari Biro Psikologi Askara Pelangi mengatakan, berkencan dengan seorang artis dapat memberikan sensasi baru bagi pria, meski mereka harus merogoh kocek besar untuk melakukan hal tersebut.



Mengeluarkan banyak uang untuk berkencan dengan seorang artis juga dapat memenuhi ego pria dan menjadi kebanggan atas dirinya sendiri, apalagi wanita yang dikencaninya merupakan artis cantik.

"Bagi pria hal ini dapat menjadi suatu sensasi baru dan kebanggaan dapat memiliki wanita cantik dari kalangan artis yang biasa ia lihat di televisi," kata Nana saat dihubungi SINDOnews.

Berkencan dengan seorang artis cantik tak hanya menjadi kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi seorang pria, melainkan juga menjadi pengalaman menarik yang dapat dibagikan ke orang lain.

Sehingga tak heran jika pria yang melakukan hal tersebut kerap membagikan pengalaman, dan membanggakan apa yang ia lakukan ke lingkungan pertemanannya.

"Secara kehidupan sosial pria yang mengencani artis juga dapat menjadi kabanggaan. Ia dapat membagikan pengalaman tersebut dalam lingkaran pertemannannya," tambahnya.

Sementara psikolog Kasandra Putranto yang dihubungi secara terpisah menuturkan, bahwa manusia memiliki kebutuhan primer yaitu makan, tidur, dan seksual.

Namun dengan batasan hukum agama dan etika, proses pemenuhan kebutuhan tersebut diupayakan untuk dikendalikan sesuai dengan norma yang berlaku.

Ketika unsur emosional lebih menguasai diri untuk memperoleh kenikmatan sesaat, hal ini dipengaruhi oleh kapasitas pengambilan keputusan seseorang di bagian prefrontal korteks otaknya.

"Baik bagi pemakai jasa prostitusi maupun sebagai penyedia jasa, dan pelaku jasa prostitusi. Masing-masing berusaha memenuhi kebutuhan primer hidupnya," ungkapnya.

"Ada yang sudah menikah, ada yang belum, ada yang terus menerus karena terjebak kenikmatan dari reward yang akhirnya memperkuat perilaku. Reward bagi pengguna jasa adalah pemenuhan kebutuhan seksual plus kebanggaan karena bisa sama artis," imbuhnya.

"Reward bagi penyedia jasa adalah uang yang bisa dipakai buat memenuhi kebutuhan hidup. Reward bagi pelaku jasa adalah uang yang bisa dipakai memenuhi kebutuhan hidup, dan gaya hidup yang meningkat di samping kebutuhan seksual," pungkas Kasandra.



(eyt)

loading...