alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Geruduk Polres Blitar, Ratusan Orang Siap Jadi Penjamin Triyanto

Solichan Arif
Geruduk Polres Blitar, Ratusan Orang Siap Jadi Penjamin Triyanto
Ratusan orang mendatangi Polres Blitar, untuk bersimpati kepada aktivis anti korupsi Blitar, Moh. Triyanto yang ditahan atas kasus UU ITE. Foto/SINDOnews/Solichan Arif

BLITAR - Ratusan orang bersimpati kepada Moh. Triyanto, aktivis anti korupsi Blitar yang ditahan atas kasus UU ITE. Mereka menggeruduk Polres Blitar, Jumat (11/1/2019).

Massa tersebut juga menyatakan kesediaannya, untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan terhadap Triyanto.

(Baca juga: Astaga! Polisi Tahan Aktivis Anti Korupsi Blitar Saat Wajib Lapor)



"Kami berharap penahanan Moh. Triyanto ditangguhkan atau dialihkan menjadi tahanan kota," ujar Hendi Priyono selaku Kuasa Hukum Moh Triyanto kepada sindonews.com, Jumat (11/1/2019).

Triyanto dinyatakan menyalahi UU ITE setelah mengunggah informasi adanya surat panggilan KPK untuk Bupati Blitar, Rijanto di akun facebooknya.

Surat KPK itu ternyata palsu, dan Bupati Blitar melalui Kabag Hukum Pemkab Blitar langsung melaporkan Triyanto ke kepolisian setempat.   

Menurut Hendi, ada 200 orang yang bersedia menjadi penjamin Triyanto. Sebagian besar adalah Liaison Officer (LO), tim sukses serta para simpatisan pendukung Triyanto.

Kebetulan pada pemilu 2019 ini, Triyanto tercatat sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jawa Timur.

UU ITE yang dijeratkan kepada Triyanto sejak awal dicurigai sarat kepentingan politik. Selain untuk membungkam sepak terjang pengungkapan kasus korupsi di Blitar Raya, kasus ini disinyalir juga untuk mengganjal langkahnya sebagai anggota DPD RI.

Selain LO dan simpatisan pendukung, istri Triyanto yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Blitar, kata Hendi juga ikut menjadi penjamin suaminya.

"Jumlah keseluruhan ada 200 surat pernyataan bersedia menjadi penjamin Triyanto, termasuk dari istrinya," kata Hendi.

Tidak ada angin dan hujan, Polres Blitar tiba-tiba memutuskan menahan Triyanto. Penahanan dilakukan saat yang bersangkutan menunaikan wajib lapor di hari Kamis (10/1/2019).

Penahanan itu cukup mengejutkan. Sebab sejak ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran UU ITE, Triyanto sangat kooperatif.

Kewajiban lapor dua kali dalam seminggu, yakni Senin dan Kamis di Polres Blitar dilakoninya dengan baik. Dia tidak pernah mangkir, termasuk selalu hadir setiap dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Triyanto juga tidak memperlihatkan indikasi melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan. "Penahanan tanpa alasan jelas ini cukup mengagetkan. Karena selama ini klien saya kooperatif," papar Hendi.

Bersama dengan surat penangguhan penahanan, ratusan surat penjaminan Triyanto juga telah diserahkan ke Polres Blitar.

Sebagai kuasa hukum Triyanto, Hendi menyayangkan langkah yang diambil kepolisian. Sebab sejak awal polisi menyatakan tidak akan menahan kliennya, dengan konsekuensi Triyanto harus wajib lapor dua kali dalam seminggu. "Namun kenapa klien saya tiba tiba ditahan," keluhnya.

Menanggapi hal ini Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan kewenangan penahanan sepenuhnya berada di tangan penyidik. Dalam hal ini, kata dia penyidik memiliki pertimbangan tersendiri, apakah perlu penahanan atau tidak.

"Berkas tersangka (Moh Triyanto) secepatnya akan dilimpahkan ke kejaksaan. Terkait alasan penahanan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik," ujarnya singkat.



(eyt)

loading...