alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lewat Mufakat, Prof Ashari Terpilih Jadi Rektor Baru ITS

Aan Haryono
Lewat Mufakat, Prof Ashari Terpilih Jadi Rektor Baru ITS
Prof Dr Ir Mochamad Ashari Meng (tengah) terpilih menjadi rektor baru ITS Surabaya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono

SURABAYA - Proses pemilihan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akhirnya selesai. Prof Dr Ir Mochamad Ashari Meng, terpilih sebagai rektor baru ITS.

Rapat pleno yang digelar Majelis Wali Amanat (MWA) ITS menyekapati Prof Ashari sebagai rektor baru periode 2019-2024. Doktor lulusan Curtin University Australia ini diharapkan bisa membawa ITS sebagai leader kampus teknologi yang mumpuni di Indonesia.

Ketua MWA ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menuturkan, proses pemilihan rektor ITS kali ini berjalan lancar. Dalam rapat pleno MWA ITS yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo SH MHum sebagai anggota perwakilan pemerintah daerah.



Selain itu, juga hadir perwakilan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diwakili oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Dr Muhammad Dimyati MSc sebagai wakil dari pemerintah pusat.

Nuh menjelaskan, ada yang berbeda dari penentuan rektor terpilih tahun 2019 kali ini. Proses tidak dilakukan lagi dengan cara voting seperti pemilihan rektor terdahulu, melainkan ditentukan melalui musyawarah untuk mufakat.

"Musyawarah mufakat adalah salah satu landasan negara yang tercantum dalam sila keempat Pancasila," kata Nuh, Jumat (11/1/2019).

Ia melanjutkan, ITS ingin membuktikan bisa menerapkan cara mufakat. Hasilnya sangat memuaskan, serta pemilihan rektor kali ini berlangsung damai. Proses musyawarah untuk mufakat harus dikedepankan.  

Nuh juga menjelaskan, pemilihan Prof Ashari sebagai Rektor ITS karena MWA ingin menghormati dan mewadahi aspirasi publik.

Dari proses penjaringan awal hingga tahap seleksi dari lima bakal calon rektor menjadi tiga calon rektor, Prof Ashari selalu menempati posisi pertama.

"Tiga-tiganya semua putra terbaik ITS, namun ini sudah menjadi hasil dari musyawarah mufakat dan Pak Menteri (Menristekdikti, red) melalui perwakilannya yang juga sudah setuju dengan adanya proses musyawarah mufakat ini," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini.



(eyt)

loading...