alexa snippet
more

BMI Dukung Prabowo-Sandiaga dengan Hati Kecewa

Solichan Arif
BMI Dukung Prabowo-Sandiaga dengan Hati Kecewa
Tampak deklarasi relawan Bintang Mercy Indonesia (BMI) di Kota Kediri. Meski kecewa, BMI tetap akan memenangkan pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Foto/SINDOnews/Solichan Arif.

KEDIRI - Jatuhnya pilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden membuat kecewa relawan Bintang Mercy Indonesia (BMI). BMI sejak awal berharap besar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa menjadi cawapres mendampingi capres Prabowo.

Namun karena di detik akhir Partai Demokrat memutuskan tetap mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga, BMI menyatakan juga mengikuti garis politik Partai Demokrat. "Tentu mengecewakan. Sebab kami semua ini bergerak untuk AHY, "ujar Ketua Umum BMI Farhan Effendy dalam deklarasi dukungan Prabowo-Sandiaga Uno di Kediri Jumat (10/8/2018) sore.

Kunci bergesernya dukungan BMI ke Prabowo-Sandiaga Uno sejatinya menunggu sikap politik AHY. Begitu dalam pidato politiknya AHY menyatakan legowo, BMI langsung putar haluan. Jargon Prabowo-AHY, berubah menjadi Prabowo-Sandiaga Uno. Secara mendadak seluruh atribut dan narasi (Prabowo-AHY) juga diubah.

"Setelah mas AHY menyampaikan sikap legowo menerima keputusan Prabowo, kami juga meminta BMI untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno, "papar Farhan. Pasangan Prabowo-Sandiaga diyakini memiliki solusi konkrit menyelesaikan persoalan bangsa.

Sebagai tokoh yang faham ekonomi, Prabowo juga ahli strategi. Sementara Sandiaga diyakini memiliki kecakapan intelektual. Sebagai pelaku ekonomi, Sandiaga juga dianggap matang secara keilmuan (ekonomi).

Dengan memiliki 19 cabang di hampir seluruh provinsi di Indonesia, BMI kata Farhan optimis mampu menyumbang kemenangan besar untuk Prabowo-Sandiaga Uno. "Dengan kerja politik kami menargetkan kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno 60 persen, "paparnya. Dalam kesempatan itu Farhan juga mengklaim barisan relawan BMI solid.

Dia juga menyebut relawan BMI telah tersebar di Propinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara dan Lampung.

Kemudian Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. "Kita solid,"pungkasnya.



(vhs)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads