alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cabuli Bocah Empat Tahun, Nurhadi Terancam 15 Tahun Penjara

Lukman Hakim
Cabuli Bocah Empat Tahun, Nurhadi Terancam 15 Tahun Penjara
Nurhadi, terdakwa kasus pencabulan anak dibawah umur menjalani sidang perdana di PN Surabaya. Foto/SINDONews/Lukman Hakim

SURABAYA - Nurhadi (31) akhirnya menjalani sidang perdana di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Senin (14/1/2019) sore. Terdakwa kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur itu dijerat pasal 76 E junto pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar.

Mengingat perkaranya adalah pencabulan, maka sidang digelar secara tertutup. Namun, usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Damang Anubowo mengatakan, terdakwa mengelak tuduhan pencabulan yang dilakukan. Padahal, seluruh bukti dan saksi yang dimiliki JPU, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan. “Terdakwa masih tidak mengakui perbuatannya," kata Damang, Senin (14/1/2019).

Diketahui, kasus ini bermula pada Minggu (14/10/2018) sore sekitar pukul 15.00 WIB, bertempat di kamar rumah korban berinisial SGV (4) di Jalan Putat Jaya Sekolahan Surabaya. Terdakwa sendiri sering menginap di rumah korban lantaran mereka bertetangga. Saat itu, Nurhadi memanggil SGV ke lantai dua kamarnya dengan alasan ingin melihat televisi.



Setelah itu, Nurhadi langsung melancarkan aksi bejatnya. Nurhadi lantas memaksa SGV menurunkan celana hingga terlihat alat vitalnya. Kemudian, SGV dipangku oleh terdakwa dengan posisi ritsletingterdakwa terbuka. Nurhadi lantas memasukkan kemaluannya ke lubang anus milik korban. Tak hanya itu saja, Nurhadi juga mencubit alat vital korban hingga akhirnya nafsu buas Nurhadi tersampaikan.

Selanjutnya, pria yang masih berstatus bujangan itu mengancam SGV agar tak menceritakan kepada siapapun. Kendati demikian, kasus itu pun dapat terungkap oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dari sana, akhirnya Nurhadi ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Saat ini, korban (SGV) masih mengalami trauma,” ujar Damang.

Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : RM : 12.70.51.48 tanggal 14 Oktober 2018 terhadap saksi korban SGV dari Instalansi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Soetomo Surabaya diketahui, pada bagian saluran pembuangan bagian belakang SGV, ditemukan luka lecet disertai bengkak dan kemerahan. Bahkan, pada ujung kulit alat kelamin bengkak, kemerahan, dan ditemukan gelembung berisi cairan yang diduga akibat kekerasan tumpul



(msd)

loading...