alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Astaga! Belasan ODGJ di Kabupaten Blitar Masih Dipasung

Solichan Arif
Astaga! Belasan ODGJ di Kabupaten Blitar Masih Dipasung
Kegiatan bengkel artis di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, sebagai salah satu upaya menekan angka pemasungan. Foto/Dok.SINDOnews/Yuswantoro

BLITAR - Program bebas pasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tahun 2018 di Kabupaten Blitar, belum tuntas. Hingga saat ini masih ada 18 ODGJ yang hidup terbelenggu.

"Hingga saat ini masih ada 18 ODGJ yang belum berhasil dibebaskan," ujar Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti kepada wartawan.

Di sepanjang tahun 2018, sebanyak 27 ODGJ di Kabupaten Blitar hidup dalam pasungan. Dari jumlah itu sembilan diantarannya berhasil dibebaskan. Sementara selebihnya, yakni 18 ODGJ masih dalam pasungan.



Secara kejiwaan kondisi 18 ODGJ itu tergolong parah. Ketika mereka dibebaskan tidak sedikit yang khawatir akan meresahkan lingkungan sekitar. Alasan itu, kata Krisna yang membuat pihak keluarga ODGJ menolak .

"Kendala yang kita alami justru datang dari pihak keluarga. Mereka menolak pembebasan dengan berbagai macam alasan," terangnya. Kendati demikian pendekatan persuasif terus dilakukan. Begitu juga dengan pengobatan dan perawatan.    

Bagi yang memiliki penyakit penyerta, kata Krisna akan dirujuk ke rumah sakit jiwa. Sedangkan yang tidak memiliki penyakit penyerta cukup dirawat di rumah.

Dinkes menargetkan tahun 2019 ini seluruh ODGJ bisa bebas dari pasungan. "Targetnya tahun 2019 semua ODGJ bisa bebas dari pasungan," katanya.

Imam warga Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar berharap program pembebasan ODGJ dari pasungan tidak menimbulkan keresahan baru di lingkungan terdekat. Apalagi kasus ODGJ mengamuk yang melukai, bahkan membunuh, kerap terjadi.

"Artinya pembebasan pemasungan jangan hanya untuk mengejar target. Tapi juga harus memperhatikan juga dampak keresahan di lingkungan terdekat," katanya.



(eyt)

loading...