alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

APK Caleg PSI Dicoret PKI, Bawaslu Hanya Tunggu Laporan

Solichan Arif
APK Caleg PSI Dicoret PKI, Bawaslu Hanya Tunggu Laporan
Sejumlah alat peraga kampanye (APK) calon anggota legislatif PSI di Kabupaten Tulungagung, menjadi korban vandalisme. Foto/Ist.

BLITAR - Sejumlah alat peraga kampanye (APK) calon anggota legislatif di Kabupaten Tulungagung, menjadi korban vandalisme. Ada yang dicoreti tulisan partai terlarang.

Kendati demikian, tanpa ada pelapor, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak bisa mengambil tindakan apapun.

"Kalaupun ada pelapor, yang bersangkutan harus ada syarat formil maupun materiil," ujar Ketua Bawaslu Tulungagung Fayakun kepada wartawan Senin (14/1/2019). Dari pantauan di lapangan, serangan vandalisme menimpa partai pimpinan  Grace Natalie.



Tidak hanya dirusak. APK salah seorang caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari dapil VI (Tulungagung, Blitar dan Kediri) juga dicoreti tulisan PKI. Semua tahu, Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan partai terlarang yang dibubarkan paska peristiwa 1965.

Menurut Fayakun, dalam membuat laporan, pelapor harus memenuhi syarat formil, yakni data pelapor dan terlapor. Kemudian pelapor juga harus memenuhi syarat material yang meliputi kronologis kejadian beserta barang bukti.

"Setelah syarat terpenuhi, kita melakukan kajian dulu. Apakah terbukti atau tidak. Setelah itu baru kita melakukan rapat pleno," terangnya.

Terkait kasus (vandalisme) yang menimpa caleg PSI, Fayakun mengaku hingga saat ini Bawaslu belum mendapat laporan. Dia menjelaskan jika kasus vandalisme itu bukan pertama kalinya terjadi.

Pada Desember 2018 lalu, caleg PSI pernah mendapat serangan (vandalisme) serupa. Sempat dilaporkan dan diproses. Namun pengusutan berhenti karena pelapor tidak mampu memenuhi syarat formil dan materiil. "Kita juga merasa kesulitan mengusut karena kewenangan kita juga terbatas," kata Fayakun.

Dalam menangani sengketa pemilu, Bawaslu menggunakan UU No. 7/2017 tentang Pemilu. Tindak pidana pemilu dapat ditindaklanjuti dengan penuntutan setelah melalui kajian di tingkat Bawaslu. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap baru bisa dilimpahkan kepada gabungan penegak hukum terpadu (Gakumdu).

"Untuk sampai Gakumdu syarat formil dan materiilnya harus terpenuhi dulu," jelasnya. Sementara pihak caleg yang menjadi korban vandalisme maupun PSI belum bisa dihubungi.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif