alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pangkas Biaya Logistik, Pelindo III Terapkan Tarif Transhipment

Ali Masduki
Pangkas Biaya Logistik, Pelindo III Terapkan Tarif Transhipment
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) kerjasama dengan perusahaan pelayaran dalam memperkuat konektivitas dan penyederhanaan sistem pemayaran, Senin (14/1/2019). Foto/SINDONews/Ali Masduki

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) akan memberlakukan tarif transhipment peti kemas domestik antar terminal. Tujuannya memangkas biaya logistik.

Pemberlakukan tarif ini menjadikan tarif handling peti kemas hanya sebesar 65 persen, dari tarif normal dilingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dengan kata lain setiap boks peti kemas transhipment, akan mendapatkan diskon sebesar 35 persen dari tarif paket normal bongkar muat.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengatakan, pemangkasan tarif ini sebagai bentuk komitmen Pelindo III untuk menekan biaya logistik nasional dan pemenuhan tugas sebagai agen pembangunan.



"Pelabuhan Tanjung Perak saat ini mengemban peran sebagai penghubung antara wilayah barat dan wilayah timur Indonesia. Sehingga Pelabuhan Tanjung Perak merupakan domestik transhipment port peti kemas," katanya usai kerjasama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) kerjasama dengan perusahaan pelayaran dalam memperkuat konektivitas, dan penyederhanaan sistem pemayaran, di Surabaya, Senin (14/1/2019).

Doso menjelaskan, peti kemas transhipment di Tanjung Perak Surabaya berasal dari wilayah Sumatra, Jakarta dan sekitarnya, serta dari Kalimantan yang transit di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Setelah dari Tanjung Perak, selanjutnya diangkut langsung ke berbagai wilayah Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan sebaliknya," ujarnya.

Pangkas Biaya Logistik, Pelindo III Terapkan Tarif Transhipment

Data Pelindo III menunjukkan, kurun waktu tiga tahun terkahir arus peti kemas transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan tren positif. Pada tahun 2016 arus peti kemas transhipment tercatat 33.374 boks. Tahun 2017 tumbuh menjadi 35.131 boks dan di tahun 2018 mencapai 36.980 boks.

Adanya peningkatan arus peti kemas transhipment domestik ini, Pelabuhan Tanjung Perak semakin mengukuhkan posisinya sebagai penghubung wilayah Indonesia bagian barat dan timur. "Ini didukung sekitar 72 rute pelayaran peti kemas domestik,"ucap Doso.

Ketua DPC Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA), Stenven Lesawengen menyambut baik langkah penerapan tarif transhipment peti kemas domestik antar termainal ini. "Kami rasa positif sekali. Ini hal baik yang dilakukan ditahun baru 2019," ucapnya.

Menurut Stenven, diskon tarif paket handling peti kemas sebesar 35 persen per boks peti kemas, di terminal bongkar muat maupun di terminal muat dapat mereduksi biaya logistik yang ditanggung oleh pengguna jasa atau perusahaan pelayaran.

"Apalagi Kawasan Timur Indonesia (KTI) sedang digenjot pembangunannya oleh pemerintah. Maka volume kargonya luar biasa," kata dia.

Ia menuturkan, pemberian diskon tarif paket handling peti kemas ini adalah langkah yang tepat, karena Tanjung Perak merupakan loading port atau pelabuhan muat bagi banyak kargo ke arah KTI.

"Kami berharap agar kedepan akan lebih banyak lagi terobosan dalam rangka penurunan biaya logistik dan peningkatan arus pertumbuhan barang," pungkas Stenven.



(eyt)

loading...