alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kemenkes Berharap Unair Segera Buka S1 Pengobatan Tradisional

Aan Haryono
Kemenkes Berharap Unair Segera Buka S1 Pengobatan Tradisional
Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisioanal Kemenkes Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, M.H.Kes datang ke Unair untuk memastikan peluang dibukanya S1 Kesehatan Tradisional. Foto/SINDOnews/Aan Haryono

SURABAYA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, untuk segera membuka program studi S1 Profesi Kesehatan Tradisional.

Keinginan itu muncul setelah melihat kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan melalui cara yang berbeda.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisioanal Kemenkes Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, M.H.Kes menuturkan, kedatanganya ke Surabaya untuk bertemu dengan pimpinan Unair, pimpinan RS Pendidikan Unair, serta para pucuk pimpinan di tiap fakultas untuk memastikan adanya peluang membuka pendidikan pengobatan tradisional.



Unair sendiri dipercaya mampu untuk segera membguka S1 Pengobatan Tradisional setelah memiliki prodi D3 Pengobatan Tradisional sejak 2005, dan D4 Pengobatan Tradisional sejak 2014.

"Saat ini masuk masa disruption milenial 4.0, semua harus ada pengembangan ilmu. Makanya prodi yang sudah ada dikembangkan menjadi S1 profesi Kesehatan Tradisional," ujar Ina, Senin (14/1/2019).

Kemenkes Berharap Unair Segera Buka S1 Pengobatan Tradisional

Ia melanjutkan, Unair juga sudah memiliki Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang sudah ada pelayanan tradisional terintegrasi. Sehingga ada pelayanan konvensional dan tradisional yang diberikan di RS Unair. Pelayanan terintegrasi yang dimiliki RS Unair sudah bagus.

"Dengan adanya RS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan tradisional bisa dikenal secara luas oleh masyarakat," ucapnya.

Rektor Unair Prof Moh Nasih menyambut baik keinginan Kemenkes dalam mendorong Unair untuk mendirikan prodi S1. Pihaknya akan melakukan kajian ulang terkait pembukaan prodi S1 Profesi Kesehatan Tradisional.

"Akan kami siapkan. Kami sudah sampaikan kira-kira kebutuhan pasar seperti apa. Kalau itu jadi kebutuhan riil di masyarakat, kenapa tidak. Karena itu akan menyangkut minat dari mahasiswa juga. Kalau minat tidak banyak, nanti kita juga yang akan susah," jelasnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif