alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sandal Japit Ukir Tebu Ireng Ini Curi Hati Pasar Internasional

Tritus Julan
Sandal Japit Ukir Tebu Ireng Ini Curi Hati Pasar Internasional
Sandal japit ukir buatan Rois Rahmawan yang unik dan mendapatkan respons positif dari pasar luar negeri. Foto/SINDONews/Tritus Julan

JOMBANG - Siapa yang tak tahu sandal jepit. Alas kaki warga dengan ekonomi rendah yang harganya murah. Namun jangan salah. Di tangan kreatif Rois Rahmawan, sandal japit ini bisa menjadi benda bernilai tinggi. Bahkan, siapa sangka, sandal japit ukir buatannya, mampu mencuri hati pasar internasional.

Rois merupakan seorang guru di Madrasatul Quran Tebuireng Jombang. Namun, di tengah kesibukannya mengajar, ia menyempatkan meluangkan waktu untuk menekuni hobi menggambarnya. Dari hobinya itulah, kini pria berusia 40 tahun itu bisa mendulang pundi-pundi rupiah.

"Sekarang pesanan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Australia. Luar Jawa, Bali juga sudah banyak," kata Rois mengawali cerita tentang sandal japit ukir buatannya yang kian diminati warga



Pria asal Desa Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Jombang lantas bertutur. Ikhwal ide kreatifnya mengukir sandal japit ini bermula saat dirinya prihatin dengan banyaknya sandal japit santri yang hilang saat salat di masjid. "Dari itu kemudian saya iseng dan ingin menggambar di sandal japit. Karena kebetulan saya hobi menggambar atau scetching," tutur Rois.

Awalnya, hanya gambar-gambar kartun dan tokoh-tokoh anime asal negeri Tirai Bambu yang digunakan untuk menandai sandal japit santri-santrinya. Aksi iseng Rois itu ternyata mendapat perhatian sejumlah orang.

Setelah sandal japit bermotif kartun hasil kreasinya digunakan beberapa santri. Dari itulah kemudian hobinya itu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Beberapa orang mulai memesan sandal japit unik hasil ukirannya.

Di tengah mulai banyaknya pesanan, persoalan pun ikut bermunculan. Lantaran, Rois tak memiliki banyak waktu untuk mengukir sandal japit. Sebab, sebelumnya ia hanya mengukir sandal japit di malam hari.

"Kalau siang sampai sore ngajar. Kemudian dari jam 14.00 sampai 20.00 jadi tentor khursus Bahasa Inggris, jadi terbentur dengan waktu," paparnya.

Rois pun kewalahan untuk memenuhi pesanan. Ia pun meminta bantuan dua rekannya untuk membantu membuat sandal japit ukir produksinya itu. Hasilnya pun positif, ia tetap bisa menjadi perajin sandal ukir dan tidak meninggalkan aktifitasnya mengajar.

Saat ini sandal japit ukir buatan Rois sudah banyak dikenal. Pesanan dari luar kota bahkan luar negeri terus mengalir. Tak hanya gambar kartun, di tengah momentum politik, pesanan sandal japit bermotif capres dan cawapres juga banyak dipesan.  

"Kalau yang Capres dan Cawapres ini untuk hiasan seperti jam dinding dan lainn sebagainya. Kalau harga tergantung kerumitan, ada yang Rp 50 ribu, hingga Rp 250 ribu," tukas Rois.



(msd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif