alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BKDPP Pemkab Jombang Tak Rekrut PPPK, Ratusan Honorer K2 Protes

Tritus Julan
BKDPP Pemkab Jombang Tak Rekrut PPPK, Ratusan Honorer K2 Protes
Ratusan honorer K2 saat mendatangi kantor BKDPP Pemkab Jombang. Mereka menuntut adanya rekrutmen PPPK. Foto/SINDOnews/Tritus Julan

JOMBANG - Ratusan honorer kategori 2 (K2) mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP), Pemkab Jombang, Senin (11/2/2019).

Aksi itu sebagai bentuk protes, lantaran BKDPP Pemkab Jombang tak membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Koordinator Honorer K2 Jombang, Ipung Kurniawan mengatakan, tujuan ratusan tenaga honorer K2 meluruk kantor BKDPP ini tak lain untuk mendesak Pemkab Jombang membuka penerimaan PPPK. Sebab, saat ini Pemerintah Pusat sudah membuka penerimaan PPPK.



"Tadi saya sudah mengonfirmasi ke kepala BKDPP, katanya memang (Pemkab Jombang) tidak mengajukan. Alasannya karena APBD sudah berjalan, dan anggarannya terlalu besar, itu akan membebani APBD," kata Ipung.

Dikatakan Ipung, dari informasi yang disampaikan Kepala BKDPP Jombang, Senen, jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pembayaran gaji jika rekrutmen PPPK dilakukan, mencapai Rp22 miliar per tahun. Sehingga dianggap akan membebani keuangan daerah.

"Kata Kepala BKDPP Jombang, tidak mampu menganggarkan PPPK. Setelah saya tanyakan, anggarannya Rp22 miliar pertahun. Lha kemarin saja, untuk menganggarkan seragam sekolah dari APBD Rp 30 miliar saja mampu, lha ini mosok menggaji gurunya tidak mau. Ini kan kebangetan," imbuhnya.

Padahal, lanjut Ipung, anggaran untuk rekrutmen PPPK itu bukan berasal dari APBD. Menurutnya, anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang dialokasikan pemerintah pusat.

"Memang anggaran itu yang mengelola pemerintah daerah, tapi sumbernya dari DAU. Jadi ASN sekarang ada dua, PNS dan PPPK. Lha mestinya yang PPPK ini juga punya hak untuk masuk di DAU. Pemkab dibayang-bayangi seolah menjadi bebannya daerah, akhirnya daerah tidak berani menganggarkan, itu omong kosong," imbuhnya.

Ipung menegaskan, para honorer K2 ini memberikan tenggat waktu kepada Pemkab Jombang untuk membuka rekrutmen PPPK hingga 16 Februari 2019 mendatang. Jika tidak, ia dan ratusan honorer K2 menyatakan sudah siap untuk menduduki Pemkab Jombang.

"Paling lambat tanggal 16 Februari 2019. Karena masa akhir pendaftaran PPPK tanggal 16 Februari. Saya sudah minta semua honorer K2 untuk menyiapkan, kalau memang tidak dibuka di Jombang ya ramai," tukasnya.

BKDPP Pemkab Jombang Tak Rekrut PPPK, Ratusan Honorer K2 Protes

Sementara itu, Kepala BKDPP Jombang Senen mengakui jika tahun ini Pemkab Jombang tidak membuka rekrutmen PPPK. Pilihan itu lantaran terkendala anggaran. Menurutnya, tahun ini anggaran untuk kebutuhan penerimaan PPPK di Jombang belum siap.

"Kami sudah sampaikan kepada teman-teman (honorer K2) bahwa tahun 2019 dari sisi anggaran kita belum siap. Karena program terkait dengan PPPK ini APBD kita sudah ditetapkan. Yang kedua APBD, kita juga kemampuan keungannya terbatas," kata Senen.

Mantan Camat Mojoagung ini mengaku sudah melaporkan tidak dibukanya penerimaan PPPK di Pemkab Jombang ini ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB). Sehingga diupayakan rekrutmen PPPK itu akan dilakukan tahun depan.

"Kita sudah sampaikan ke Kemenpan, kondisi yang ada di kabupaten Jombang. Tahun ini belum ikut berproses (rekrutmen PPPK), nanti harapan kami tahun 2020 setelah kita alokasikan anggaran terkait dnegan penggajian dan tunjangannya Insyaallah nanti bisa kita rekrut," jelasnya.

Ditanya soal kebutuhan anggaran, Senen menyebut jika kebutuhan jika rekrutmen PPPK dilakukan Pemkab Jombang, sebesar Rp22 miliar. Uang tersebut digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan PPPK.

"Dari formasi yang ditetapkan Kemenpan 474, kita hitung kurang lebih Rp 22 miliar. Artinya itu untuk pembayaran gaji dan tunjangan," terangnya.

Namun saat ditanya sumber anggaran itu dari DAU dan berapa besaran DAU Pemkab Jombang, Senen mengaku tak tahu. "Kalau DAU saya belum paham," tukasnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif