alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Khofifah Akan Kawal Kesuksesan Program Pakde Karwo

Lukman Hakim
Khofifah Akan Kawal Kesuksesan Program Pakde Karwo
Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara perpisahan Gubernur Jatim, Soekarwo. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Gubernur Jatim terpilih periode 2018-2023, Khofifah Indar Parawansa mengaku akan mengawal kesuksesan program Gubernur Jatim, Soekarwo dalam membangun Jatim.

Menurutnya, orang nomor satu di Jatim itu sukses membangun hubungan yang harmonis, baik secara vertikal maupun horizontal.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri acara perpisahan Gubernur Jatim, Soekarwo dengan seluruh Forkopimda Jatim, dan kepala daerah di Jatim di Gedung Negara Grahadi, Senin (11/2/2019) malam.



Khofifah menilai, selama 10 tahun memimpin Jatim, Soekarwo telah menjadikan Jatim sebagai provinsi yang luar biasa. Selama ini, dirinya sudah berkomunikasi secara intensif dengan Gubernur Jatim dua periode tersebut.

"Jika selama ini Pakde (Soekarwo) banyak mendapat support (dari bupati dan walikota), kami berharap ada support yang sama pada kami," kata Khofifah.

Ketika memimpin Jatim nantinya, dirinya bersama Emil Elestianto Dardak ingin selalu diingatkan ketika ada kesalahan. Kesuksesan Soekarwo dalam membangun Jatim akan terus dikawal dan dikembangkan. Sehingga, akan membuat Jatim menjadi provinsi yang berkemajuan. "Saya dan Emil mohon doa, dan kami mohon selalu diingatkan," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan bahwa, masyarakat Jatim adalah masyarakat yang sangat plural, baik itu suku, ras, agama, dan pandangan kelompok politiknya. Di Jatim, masyarakat yang beragam tersebut bisa hidup berdampingan secara damai.

"Tidak berlebihan saya kira, jika saya menyebut Jatim inilah Indonesia mini yang dicita-citakan pendiri bangsa," kata pejabat yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jatim pada 12 Februari 2019 ini.

Salah satu kunci Jatim aman, lanjut dia, adalah cara menerima segala hal masyarakat Jatim dengan dialog, silaturahmi dan musyawarah mufakat. Itu ditunjukkan ketika memimpin selama 10 tahun, DPRD Jatim ketika mengambil keputusan tidak pernah voting. Semua dimusyawarahkan.

Dia mengaku, selama 10 tahun menjabat, dirinya dikelilingi oleh para stakeholder yang hebat. "Saya berharap silaturahmi antara saya dengan semua pihak yang telah membantu 10 tahun memimpin tidak pernah berhenti. Berteman itu ibarat air mancur yang ditebas dengan pedang setajam apapun tidak akan putus," ujarnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif