alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Blusukan di Pasar Pabean, Reporter Prancis Bikin Film Dokumenter

Aan Haryono
Blusukan di Pasar Pabean, Reporter Prancis Bikin Film Dokumenter
Kru televisi Prancis mengambil suasana Pasar Pabean untuk bahan film dokumenter.Foto/SINDONews/Aan Haryono

SURABAYA - Pasar Pabean masih memancarkan pesona dalam sejarah. Pasar legendaris yang memiliki kekhasan sebagai pasar rempah-rempah dan pasar ikan terbesar di Kota Pahlawan ini dijadikan bahan film dukumenter oleh reporter asal TV5Monde, salah satu stasiun televisi terbesar di Prancis, Selasa (12/2/2019).

Kedatangan mereka untuk merekam aktifitas di pasar tradisional yang berada di Jalan Songoyudan itu. Mereka tertarik mendokumentasikan pasar yang usianya sudah berusia 170 tahun ini. Pabean juga tak lekang oleh pergulatan zaman.

“Hasil rekaman itu akan dijadikan film dokumenter yang bertajuk "pays et marches du monde,” ujar Country Manager France Visit Indonesia Tourism Officer, Eka Moncarre.



Tiga kru TV5Monde, yakni Xavier Petit, Fabien Da Luz dan William, sangat antusias blusukan di pasar. Mereka mengabadikan riuhnya para pedagang dan pembeli di stan bawang merah-bawang putih, serta di stan ikan kering.

Mereka juga mewawancarai beberapa pedagang. Dengan antusias pula, para pedagang menyambutnya. “Iki ape digawe opo, Pak? Mlebu TV yo (Ini mau dipakai apa, Pak? Dimasukkan televisi ya?” kata Sulikah, salah satu pedagang.

Karena yang ditanyai tidak tahu bahasanya, pertanyaan itu dibalas dengan senyuman. Lalu, gelak tawa pun terjadi sambil kameraman tadi tetap merekam.

Kedatangan tiga reporter ini pun juga tak luput dari keinginan para pedagang untuk mengajaknya berswafoto. Baik Xavier Petit, Fabien Da Luz dan William, melayaninya dengan ramah.

Eka Moncarre mengatakan, ketertarikan mendokumentasikan Pasar Pabean karena pasar ini berada di kawasan heritage. “Apalagi Pasar Pabean memiliki sejarah dan termasuk bangunan cagar budaya,” ujarnya.

Kedatangan mereka ini dalam rangka kegiatan promosi wisata Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Sebelum ke Surabaya, sebelumnya mereka sudah melakukan trip ke Balikpapan, Kutai Barat, Sukamade (Banyuwangi) dan Bromo.

“Semua pengambilan gambar di Indonesia ini akan dijadikan film dokumenter yang akan ditayangkan di TV5Monde dalam empat episode,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kedatangan mereka ke Surabaya memang lebih fokus pada kawasan kota tua.

“Tapi mereka juga merekam destinasi wisata lain di Surabaya, misalnya Kalimas, Kampung Maspati, Sate Klopo, gedung tua di Jalan Pahlawan dan beberapa taman,” katanya



(msd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif