alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ketika Generasi Milenial Memilih Mengabdikan Diri untuk Desanya

Yuswantoro
Ketika Generasi Milenial Memilih Mengabdikan Diri untuk Desanya
Anak-anak muda di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, mengikuti proses seleksi menjadi perangkat pemerintahan desa. Foto/SINDOnews/Yuswantoro

Rino Eka Nanda (26), serius menghadap lembaran-lembaran kertas berisi soal ujian. Tangannya, nampak begitu tegang memegang pena untuk menuliskan jawaban.

Sesekali pemuda bertubuh subur ini mengusap keringat yang membasahi keningnya. Beberapa lembar soal ujian dibolak-baliknya, sambil berusaha mencari jawaban atas soal-soal tersebut.

Pemuda Desa Pandanlandung, yang akrab disapa Rino tersebut, menjadi salah satu peserta ujian penjaringan perangkat desa di desanya, Kamis (14/2/2019).



Saat banyak orang merayakan valentine day atau hari kasih sayang. Para pemuda desa ini, memilih mengikuti penjaringan perangkat desa.

Penjaringan perangkat desa ini, dilakukan untuk mengisi jabatan perangkat desa sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Desa Pandanlandung.

"Senang bisa mengikuti tes semacam ini, karena bisa mengukur kemampuan pribadi, dan berharap ke depan kualitas perangkat desa semakin meningkat," ujar Rino.

Dia mengaku sempat kaget ketika menjalani tes wawancara, karena pengujinya mengajukan banyak pertanyaan yang mendasar tetapi sulit untuk dijawab.

Ketika Generasi Milenial Memilih Mengabdikan Diri untuk Desanya

Rino, selama ini sudah menjadi perangkat Desa Pandanlandung. Yakni, sebagai petugas operator desa. Namun, karena kebutuhan pengisian SOTK, maka dia harus menjalani ujian ini.

Ujian semacam ini, baru pertama kali diikutinya untuk menjadi perangkat desa. Dua tahun lalu, saat dia masuk menjadi operator desa tidak ada tes semacam ini.

"Dahulu awalnya saya hanya bantu-bantu untuk mengurus administrasi desa. Lalu, diajak bergabung menjadi operator desa," ungakp Rino.

Ada sebanyak 16 orang yang ikut ujian kemampuan menjadi perangkat desa. Mereka merupakan perangkat desa lama, dan ada beberapa anak-anak muda yang belum pernah menjadi perangkat desa.

Dari jumlah peserta ujian yang ada, hampir 50 persennya merupakan anak-anak muda. Mereka begitu bersemangat untuk mengabdikan dirinya di desa, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

"Seluruhnya kami uji kemampuannya, sehingga perangkat desa yang baru benar-benar memiliki kemampuan yang memadahi untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya," ujar Kepala Desa Pandanlandung, Wiroso Hadi.

Dia mengaku, beban kerja perangkat desa semakin berat, karena harus banyak menjalankan pemerintahan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan mampu melayani masyarakat dengan baik.

Kehadiran anak-anak muda sebagai perangkat desa, bagi Wiroso sangatlah luar biasa. "Harapannya anak-anak desa semakin mencintai desanya, sehingga tenaga dan pikiran mereka fokus untuk membangun desa," ucapnya.

Ketika Generasi Milenial Memilih Mengabdikan Diri untuk Desanya

Ujian kompetensi untuk perangkat desa ini, dipimpin langsung Camat Wagir, Ichwanul Muslimin. "Kegiatan ini adalah amanat undang-undang. Calon perangkat desa harus diuji kemampuannya, agar mereka bisa menjalankan roda pemerintahan desa dengan baik," tegasnya.

Kebutuhan pelayanan, dan tuntutan masyarakat saat ini sangat cepat. Sehingga, harus diimbangi dengan perangkat desa yang cakap dan memiliki kemampuan dalam melayani.

Ke depan, lanjutnya, desa membutuhkan anak-anak muda untuk mengisi roda pemerintahan. Proses regenerasi dan kaderisasi di desa harus terus berjalan, agar tidak sampai terjadi kemandekan.

"Sistem administrasi desa saat ini sangat komplek, sehingga membutuhkan perangkat desa dari generasi muda yang memiliki kemampuan. Termasuk Sekretaris Desa, harus diisi anak-anak muda yang berkemampuan baik, memiliki semangat mengabdi untuk desa, dan memiliki etika yang baik," tegasnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif