alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

ART Asal NTT yang Bunuh Bayinya, Dituntut 6 Tahun Penjara

Lukman Hakim
ART Asal NTT yang Bunuh Bayinya, Dituntut 6 Tahun Penjara
Maria Leda Tondu saat menjalani sidang di PN Surabaya. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Maria Leda Tondu hanya bisa tertunduk lesu saat Jaksa Pentuntut Umum (JPU) menuntutnya diganjar hukuman enam tahun penjara, atas perbuatannya melawan hukum.

Dihadapan majelis hakim, JPU menganggap Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut, terbukti dengan sengaja membunuh anak kandungnya.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan JPU Samsu Efendi menyebutkan, terdakwa Maria Leda Tondu bekerja sebagai ART di rumah Jou A Moy yang berada di Komplek Perumahan Kejawen Putih, Kota Surabaya.



Pekerjaan itu ia jalani hanya untuk menutupi kehamilanya, dari hubungan gelap sang kekasih yang berada di Sumba Barat NTT.

"Pada 16 Oktober 2018, terdakwa merasakan kontraksi pada kandungannya, maka terdakwa segera beranjak masuk ke kamar mandi untuk melakukan proses kelahiran sendiri," kata Samsu dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (18/3/2019).

Terdakwa menanggalkan semua pakaiannya dan beberapa saat kemudian, lahirlah bayi berjenis kelamin perempuan. Ketika jabang bayi tersebut keluar, terdakwa langsung menariknya keluar.

Akibatnya, tali plasenta putus yang menyebabkan bayinya menangis. Dengan menggunakan tangannya, terdakwa langsung menutup hidung dan mulut bayinya selama kurang lebih 10 menit. Si bayi tersebut akhirnya kehabisan napas dan meninggal dunia.

"Setelah itu, terdakwa membersihkan tubuh bayi tersebut dengan memandikannya, lalu membungkusnya dengan baju kaos warna hitam yang sudah dipersiapkan sebelumnya," tandas JPU.

Setelah terbungkus, terdakwa memasukan bayi dan plasentanya kedalam tas plastik yang sudah dipersiapkannya lalu dibuang ke tumpukan sampah. Namun, mayat bayi yang sudah meninggal tersebut ditemukan petugas pengangkut sampah di komplek perumahan tersebut.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal sesuai pasal 341 KUHP. "Menuntut terdakwa Maria Leda Tondu dengan hukuman 6 tahun penjara," tegas Samsu.

Menanggapi tuntutan jaksa, penasihat hukum terdakwa, Arip Budi Prasetijo dan Victor A. Sinaga akan mengajukan pembelaan secara tertulis, dan dibacakan pada persidangan selanjutnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif