alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawa Bayi Hasil Aborsi dalam Jok Motor, Pasutri Divonis 7 Tahun

Tritus Julan
Bawa Bayi Hasil Aborsi dalam Jok Motor, Pasutri Divonis 7 Tahun
Terdakwa Cicik Rochmatul Hidayati, dan Dimas Sabhra Listianto saat menjalani sidang vonis di PN Mojokerto. Foto/SINDONews/Tritus Julan

MOJOKERTO - Pasangan suami istri, Dimas Sabhra Listianto (21) dan Cicik Rocmatul Hidayati (21) divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negri (PN) Mojokerto.

Ketua majelis hakim PN Mojokerto Hendra Huta Barat, dalam amar putusannya menyatakan Dimas dan Cicik terbukti bersalah. Tindakan keduanya melakukan aborsi dan membawa bayinya dalam jok hingga tewas dinyatakan merupakan tindakan melawan hukum.

"Menjatuhkan vonis kepada terdakwa 7 tahun hukuman penjara dan denda uang sebanyak Rp Rp 1 Milyar subsider satu bulan penjara," ujar Hendra saat membacakan putusan di PN Mojokerto, Senin (19/3/2019).



Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Syarief Simatupang. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara.

Usai mendengar vonis majelis hakim, baik Dimas maupun Cicik hanya bisa tertunduk lesu. Pasangan kekasih yang menikah di penjara pasca diamankan polisi itu hanya bisa menyesali perbuatannya dan meneteskan air mata.

Sementara itu, Kuasa Hukum Dimas dan Cicik Kholil Askohar usai sidang mengatakan jika, pihaknya merasa cukup lega dengan vonis 7 tahun yang dijatuhkan majelis hakim.

Meskipun, hukuman tersebut dirasa masih sangat berat bagi kedua terdakwa. Pihaknya juga belum bisa memutuskan apakah akan melakukan upaya banding atas putusan itu.

"Kami masih pikir-pikir atas putusan 7 tahun penjara yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa, meski saya sendiri menyadari pasal yang diberikan ini berat. Memang kami masih memiliki hak untuk mengajukan banding, namun kami masih akan melakukan musyawarah bersama pihak keluarga," katanya.

Kholil pun tak memungkiri, putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara ini sudah sangat bijak. Sebab seharusnya Dimas dan Cicik bisa diganjar hukuman yang lebih berat atas tindakannya melakukan aborsi dan membawa bayi mereka dalam jok motor hingga akhirnya meninggal.

"Saya kira, putusan hakim kali ini cukup bijak, sebab awalnya Dimas dan Cicik, melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun setelah kami perjuangkan kini menjadi 7 tahun penjara," pungkasnya.

Kasus tewasnya bayi dalam jok motor itu bermula saat Dimas Sabra Listianto, (21), pemuda asal Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik menjalin hubungan asmara dengan Cicik Rocmatul Hidayati (21) gadis asal Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto.

Selama setahun berpacaran, Dimas yang bekerja sebagai satpam mengaku sudah 7 kali melakukan hubungan badan layaknya suami-istri dengan Cicik. Hingga akhirnya, Cicik yang masih menempuh pendidikan di sekolah tinggi ilmu kesehatan di Kediri itu hamil 8 bulan.

Takut kehamilan pranikah itu ketahuan keluarganya, Dimas dan Cicik sepakat melakukan menggugurkan janin hasil perbuatan terlarang itu. Dimas membeli obat penggugur kandungan dari temannya Nursaadah Utami Pratiwi (25), bidan yang berdinas di sebuah rumah sakit di Langkat, Sumut.

Dimas menggunakan obat dari Utami untuk menggugurkan kandungan kekasihnya di vila kawasan wisata Pacet, Mojokerto pada Minggu 12 Agustus 2018 lalu. Sekira pukul 21.00 WIB, Cicik meminum 5 butir obat keras. Malam itu, keduanya kembali melakukan hubungan badan.

Keesokan harinya, Senin 13 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB, bayi berusia 8 bulan dalam kandungan Cicik lahir tanpa bantuan bidan ataupun dokter. Namun, ternyata bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dalam kondisi hidup. Keduanya pun kian panik mengetahui kondisi itu.

Karena takut ketahuan orang, Dimas kemudian memasukan bayi yang masih merah itu ke dalam bagasi motor Yamaha NMax. Dimas dan Cicik kemudian membawa bayi laki-laki mereka ke Puskesmas Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto. Dimas membonceng Cicik yang dalam kondisi lemas usai melahirkan.

Setibanya di Puskesmas, bayi mungil tak berdosa itu dalam kondisi kritis akibat terlalu lama di dalam jok motor. Bayi yang lahir prematur itu akhirnya meninggal saat dirujuk ke RS Gatoel, Kota Mojokerto. Pihak rumahsakit yang curiga, akhirnya memberitahukan hal itu ke polisi.

Petugas pun akhirnya mengamankan keduanya. Akibat perbuatannya, Dimas dan Cicik kemudian dijebloskan ke dalam sel tahanan. Keduanya dijerat pasal berlapis, yakni terkait aborsi, kekerasan terhadap anak dan penyalahgunaan obat keras berbahaya.



(eyt)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif