alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Perkembangan Drumer Dalam Negeri Bikin Takjub Ikmal Tobing

R Ratna Purnama
Perkembangan Drumer Dalam Negeri Bikin Takjub Ikmal Tobing
Pertunjukan Jelly Tobing dan Ikmal Tobing disambut meriah para pecinta musik, khususnya pemain drum di Depok. Foto/Ist.

DEPOK - Pertunjukan bapak-anak, Jelly Tobing dan Ikmal Tobing disambut meriah pecinta musik, khususnya pemain drum. Mereka membius pengunjung lewat permainan drumnya.

Jelly dan Ikmal pun membawakan lagu-lagu hits serta tak ketinggalan memberikan coaching clinic.

Ikmal Tobing mengatakan, perkembangan drumer bisa dikatakan luar biasa, di mana tidak hanya drumer milenial saja yang hebat akan tetapi drumer berusia 10 tahun saja sudah ada yang bermain bagus.



"Saya pernah menjadi juri di Yogyakarta Drummer, para pesertanya luar biasa dalam memainkannya. Hal itu menandakan drumer saat ini bisa bersaing dengan drumer internasonal," ujarnya dengan perasaan bangga.

Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia memiliki lumayan banyak drumer yang bagus. Ikmal memandang profesi sebagai drumer bukanlah main-main.

Bagi penabuh drum dengan gaya rambut mohican tersebut, seorang drumer bukan hanya sekadar memukul set drum sesuai irama, melainkan selayaknya penyanyi harus memiliki jiwa di tiap pukulannya.

"Kita ini musisi, drumer, bukan hanya penghafal. Tapi dari hati, soul kita benar-benar didalami," ujar pria kelahiran 31 Maret 1989.

Di tempat yang sama, Jelly Tobing menambahkan, perkembangan dunia musik khususnya drum saat ini sangat luar biasa. Drumer di era milenial ini dianggap memiliki kemampuan di atas rata-rata.

"Ya, saat ini mereka sungguh luar biasa sekali bakatnya di atas kemampuan. Bahkan drumer yang masih usia belia pun sudah menunjukkan bakat yang menakjubkan," pujinya.

Mantan penabuh drum band Lipstic, Superkid, dan Bharata itu menuturkan, kekuatan band sekarang ada pada pemukul drum. Dulu, drumer hanya sebagai pengiring saja. Namun, saat ini menjadi kekuatan penuh.

Dia berpesan kepada para drumer milenial untuk terus berkarier harus tetap eksis di jalur masing-masing.

"Tetap berlatih dan belajar, belajar jika tidak latihan maka akan kaku, kami katakan drumer milenial ndonesia tidak kalah dengan drumer internasional," pesan Jelly, yang akan menggelar konser Rock and Blues pada 30 Maret mendatang di Taman Mini, Jakarta.

Sementara itu, sang pemilik cafe, H Sairi mengungkapkan alasannya menggelar pertunjukan dua drummer beda generasi ini.

Menurutnya, dirinya memang memiliki hobi musik, dan ini sebagai bentuk melestarikan musik. "Ternyata masih banyak yang menantikan kehadiran Bang Jelly untuk manggung," pungkasnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif