GP Ansor Kampanyekan Toleransi Lewat Film Bumi Itu Bulat

Minggu, 14 April 2019 - 07:14 WIB
GP Ansor Kampanyekan Toleransi Lewat Film Bumi Itu Bulat
Gerakan Pemuda Ansor bersama anggota Banser menggelar nonton bareng Film Bumi itu Bulat di Surabaya.
A A A
SURABAYA - Isu berbasis suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) belakangan ini meruncing dan mengarah pada perpecahan.

Padahal bangsa ini lahir dari berbagai macam suku, agama ras dan golongan. Sehingga kalau kondisi ini dibiarkan, maka bisa mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Situasi ini menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk Gerakan Pemuda (FP) Ansor. Terlebih, di era digital seperti saat ini berita bisa dengan cepat menyebar dan mudah diakses melalui media sosial. Padahal belum tentu berita itu berdasarkan fakta atau justru berita hoax yang mengadu domba antar kelompok.

Karena itu, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar mengajak agar semua pihak mengkampanyekan toleransi, melawan hoax dan membudayakan tabayun. Menurut aktivis muda NU yang akrab disapa Gus Abid itu, film bisa menjadi media kampanye positif yang efektif.

“Karena itu, saya mengajak kader Ansor dan Banser kota Surabaya nonton Film Bumi itu Bulat. Ini film yang bagus, bukan sekedar tontonan tapi juga tuntunan. Banyak pesan moral yang disampaikan tanpa menggurui. Saya sarankan para anak muda dan orang tua juga mengajak anak-anaknya menonton film ini,” katanya usai nobar film Bumi itu Bulat di CGV BJ Junction, Surabaya, Sabtu (13/4/2019) malam.

Cucu KH. Zainuddin Djazuli ini mengungkapkan, film Bumi itu Bulat tak hanya menonjolkan sosok Banser bernama Syaiful yang diperankan oleh aktor kawakan, Mathias Muchus. Adanya sosok Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang merupakan badan otonom GP Ansor, membuat film ini punya ikatan emosional dengan kader NU atau nahdliyin. “Namun film ini juga layak ditonton oleh masyarakat secara umum, karena ada kisah romantisme dan humor ala milenial dalam film ini,” ujarnya.

Diketahui, film Bumi itu Bulat digarap oleh rumah produksi kolektif, yakni Inspiras Pictures, Astro Shaw, GP Ansor dan Ideosource Entertainment. Selain aktor kawakan Mathias Muchus dan artis senior Ria Irawan, film yang disutradarai Ron Widodo ini juga diperankan oleh para sineas muda. Diantaranya, Kenny Austin, Tissa Biani, Qausar Harta Yudana, Aldy Rialdy serta Arie Kriting yang dikenal sebagai Stand Up Comedy atau Comic. (lukman hakim)
(vhs)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
artikel/ rendering in 0.5891 seconds (0.1#10.140)