alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemilih Harus Lihat Rekam Jejak Calon Sebelum Tentukan Pilihan

Lukman Hakim
Pemilih Harus Lihat Rekam Jejak Calon Sebelum Tentukan Pilihan
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang DH. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang DH mengingatkan pemilih untuk lebih dulu memilih dan memilah sebelum menjatuhkan pilihan.  

Menurutnya, memilah, meneliti rekam jejak pasangan capres-cawapres serta caleg sangatlah penting.

Bambang DH ditemui di BDH Center mengatakan, pemilih memiliki hak penuh menyalurkan hak pilih secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Namun, saat ini banyak yang masih bingung menentukan pilihan. Ini seiring banyaknya partai politik (Parpol) yang linier dengan besarnya jumlah calon anggota legislatif (Caleg).



"Rekam jejak sosok yang hendak dipilih harus dicermati. Seperti apa track recordnya,  seperti apa masa lalunya,  apa yang sudah dilakukan untuk rakyat,  apa yang sudah diperbuat,  apa capaian kinerjanya,  sebesar apa kapasitasnya dan lain-lain," katanya, Senin (15/4/2019).

Mantan Wali Kota Surabaya ini menambahkan, sebenarnya pada Pemilu 2019 ini pemilih lebih dimudahkan. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan Peraturan KPU No. 20/2018 yang membuat mantan narapidana (napi) tidak bisa nyaleg.  

"Napi, terutama kasus korupsi merusak sendi-sendi demokrasi, norma hukum, norma sosial, norma agama, norma budaya Indonesia yang mengedepankan nilai ketimuran," imbuhnya.

Di era digital seperti sekarang, lanjut dia, siapa saja mudah mencari informasi. Tak terkecuali pasangan capres-cawapres serta caleg. Tinggal melakukan browsing, klik selesai.

Mantan dosen ini mengingatkan, pemilih akan selalu memiliki harapan pada capres-cawapres serta caleg yang akan dipilihnya. "Ini sudah sewajarnya karena Pemilu merupakan kesempatan membangun kontrak sosial, kontrak politik antara calon dengan pemilih," pungkasnya.

Sementara itu, pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menegaskan pentingnya meneliti track record caleg. "Sebelum memilih, pelajari track record orang yang akan dipilih. Kenali orangnya dan pelajari visinya. Jangan asal memilih, pelajari kapasitasnya, asal-usulnya," kata Suko.

Menurutnya, pemilih bisa menggunakan patokan sederhana sebelum memilih. Di antaranya, apakah calon yang akan dipilih pernah turun dan berkomunikasi dengam rakyat. Dengan bertemu langsung rakyat, dalam konteks kepemiluan jauh lebih efektif.

"Turun ke bawah menyapa warga juga jauh lebih efektif dibanding pemanfaatan media sosial. Kostituen bisa menilai kandidat," terangnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif