alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hadir di UMM, Kedubes Prancis Tawarkan Banyak Peluang Beasiswa

Yuswantoro
Hadir di UMM, Kedubes Prancis Tawarkan Banyak Peluang Beasiswa
Koordinator Nasional Campus France untuk Indonesia, Ines Schmitt hadir di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Foto/Ist.

MALANG - Lembaga penyedia informasi beasiswa, Campus France dan Institut Français D'indonésie, hadir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (23/4/2019).

Kehadiran dua lembaga di bawah naungan kedutaan besar (Kedubes) Republik Prancis ini, dalam rangka mensosialisaikan beasiswa studi negara di Eropa Barat ini.

Koordinator Nasional Campus France untuk Indonesia, Ines Schmitt menyampaikan, Republik Prancis saat ini memiliki 325 ribu mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia.



"Pada 2027, Prancis memproyeksikan akan ada 500 ribu mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan tinggi," papar Ines.

Sistem pendidikan di Prancis relatif sama dengan negara lainnya, yakni PhD ditempuh tiga tahun, Master 2 tahun, Sarjana 3 tahun dan BTS/DUT atau lebih dikenal dengan bac+2 selama dua tahun.

Ines menyatakan, Prancis menjadi negara terbesar keempat yang menerima mahasiswa asing di dunia. "Ini peluang besar," katanya.

Banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Prancis maupun institusi beasiswa lain. Seperti MOPGA, Eiffel Scholarship maupun Erasmus Mundus.

"Beasiswa pemerintah juga diberikan kepada mahasiswa yang berminat sekolah di Prancis," jelasnya. Prancis memiliki 3500 institut, 73 Universitas dan 220 Sekolah Bisnis.

Wakil Rektor I UMM, Syamsul Arifin menerangkan, saat ini UMM sedang melakukan penataan dan percepatan kualitas sumber daya manusia.

Orientasi tenaga pendidik kedepan, menurut Syamsul, haruslah guru besar. Studi di Prancis, lanjutnya, merupakan kesempatan yang baik untuk jenjang karir yang gemilang.

Selain itu, dipesankan Syamsul, selagi masih muda perlu punya amunisi semangat yang banyak untuk memiliki kompetensi yang tinggi. Juga, tentunya ada konsekuensi berat jika memilih melanjutkan studi di luar negeri. "Meninggalkan keluarga dan rindu," tutupnya.



(eyt)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif