alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tokoh dan Masyarakat Kota Probolinggo, Kutuk Aksi Kekerasan

Yuswantoro
Tokoh dan Masyarakat Kota Probolinggo, Kutuk Aksi Kekerasan
Para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Probolinggo, meggelar deklarasi damai sebagai penyikapan atas kerusuhan di Jakarta. Foto/Ist.

PROBOLINGGO - Aksi kekerasan yang terjadi di Jakarta, dan terakhir di Madura, mendapat kutukan keras dari para tokoh agama dan elemen masyarakat di Kota Probolinggo.

(Baca juga: Elemen Masyarakat Kota Probolinggo, Serukan Persatuan Indonesia)

Para tokoh dan berbagai elemen masyarakat Kota Probolinggo, menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Ibu Kota Jakarta, dengan kompak menggelar deklarasi damai.



Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo, Abdul Halim. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama, untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah Kota Probolinggo, bersama aparat penegak hukum, TNI dan Polri.

Deklarasi damai tersebut, digelar di halaman Mapolresta Probolinggo, di Jalan Dr. Saleh, Kota Probolinggo. Hadir dalam deklarasi tersebut, tokoh agama, pimpinan parpol, organisasi kemasyarakatan, Pemkot Probolinggo, organisasi pemuda dan para ulama.

Kegiatan Deklarasi tersebut sekaligus sebagai himbauan pada masyarakat Kota Probolinggo, agar tidak termakan isu people power seperti yang terjadi di Ibu Kota Jakarta, tepatnya di sekitaran gedung Bawaslu.

"Dengan adanya aksi yang berujung ricuh di Jakarta, saya berharap negara segera dapat bertindak. Karena itu sudah bukan menyampaikan pendapat, namun melenceng jauh dan cenderung kriminal. Jangan ragu-ragu untuk melindungi kepentingan umum," tegas Abdul Halim, Kamis (23/05/19).

Abdul Halim juga mengatakan, terkait situasi di Jakarta, harus bisa disikapi dengan hati yang damai dan tenang jangan sampai ada yang terprovokasi. "Mari bersama-sama menghormati proses pemilu, sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, para tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah dan tokoh masyarakat ini juga menghimbau pada warga, agar menempuh jalur hukum apabila ada hasil pemilu yang dirasa tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Tanpa harus melakukan tindakan anarkis dan main hakim sendiri, mengingat Indonesia adalah negara hukum yang berdaulat.

Para tokoh dan perwakilan elemen masyarakat ini, membacakan isi deklarasi damai ini dengan saling berpegangan tangan, sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Harapannya, masing masing pihak yang terlibat bisa meneruskan pesan dalam deklarasi damai itu, ke seluruh warga Kota Probolinggo.

Ini isi deklarasi damai Kota Probolinggo:
  1. Mendukung dan mempercayakan kepada TNI-POLRI dalam memelihara kamtibmas dan mengawal NKRI Khususnya pasca pemilu 2019.
  2. Menyikapi hasil pemilu 2019 secara damai dan konstitusional sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Mengecam keras aksi maupun perbuatan yang bertentangan dengan hukum, inskontitusi dan anarkisme pada tahapan dan paska pemilu 2019.
  4. Senantiasa mengorbankan semangat kebersamaan di tengah perbedeaan, dengan menegdepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dan persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggak Ika.
  5. Menolak segala bentuk Hoax, Hate Speach, Provokasi, Diskriminasi dan Sara yang menyebabkan permusuhan dan perpecahan sesama anak bangsa.
  6. Mendukung penuh terwujudnya Kota Probolinggo yang damai, guyub dan rukun.




(eyt)

loading...