alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menko Luhut: Yang Bilang Sri Mulyani Menteri Utang, Neneknya Menteri Utang

Rina Anggraeni
Menko Luhut: Yang Bilang Sri Mulyani Menteri Utang, Neneknya Menteri Utang
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemartimaan Luhut Pandjaitan menyerang balik tudingan terhadap Sri Mulyani yang disebut sebagai Menteri Pencetak Utang. Foto/Ilustrasi

JAKARTA - Menko Bidang Kemartimaan Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa utang Indonesia masih produktif. Hal ini menanggapi kritikan terhadap pemerintah.

Pemerintah yang dituding sebagai pecetak utang, lantaran disebut meningkat hingga 69% dalam periode empat tahun belakangan. (Baca juga: Luhut Tegaskan Jokowi Presiden Tanpa Konflik Kepentingan)

Lebih lanjut, Ia juga momentari pernyataan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang mengatakan tidak perlu lagi menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) melainkan Menteri Pencetak Utang. "Utang kita itu masih produktif dan terjaga. Jadi orang yang bilang menteri utang (Menteri Sri Mulyani). Neneknya menteri utang," ujar Luhut di Jakarta, Kamis (31/1/2019).



Tidak hanya itu, Ia juga memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, beberapa kilang minyak dan tambang yang dikuasai oleh asing kini telah kembali ke Indonesia di antaranya yakni Blok Rokan serta Freeport. (Baca juga: Ikut BEC, Menko Luhut Kagumi Wisata Budaya Banyuwangi)

"Jokowi yang berani mengambil keputusan bisa dilihat pada kembalinya blok migas Rokan, blok migas Mahakam, dan kepemilikan mayoritas pemerintah sebesar 51% di PT Freeport Indonesia," paparnya.

Sambung Luhut menambahkan, pembangunan masif infrastruktur juga terus dilakukan. Hal ini menurutnya terlihat dalam setiap pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam upaya membantu perekonomian Indonesia ke depannya. (Baca juga: Ikut BEC, Menko Luhut Kagumi Wisata Budaya Banyuwangi)

"Pembangunan terus kita lakukan dan kita lihat pembangunan ini untuk kita semua yang bisa dimanfataatkan agar akses menjadi lebih mudah dalam menjalankan ekonomi Indonesia," tegas dia.



(vhs)

loading...
Berita Terkait